Sistem Kemudi Sempat Rusak, AirAsia QZ8501 Tak Terbang dalam Kondisi Prima?
Nasional

Menurut Gerry Soejatman pilot Iriyanto sempat mengeluhkan masalah pada sistem sirip pesawat beberapa hari sebelum kecelakaan nahas.

WowKeren - Saat jatuh di perairan Selat Karimata pada 28 Desember 2014 silam, pesawat AirAsia QZ8501 diduga tidak dalam kondisi terbaik. Pesawat yang dikemudikan pilot Iriyanto itu sempat rusak beberapa hari sebelumnya.

Menurut investigator swasta kecelakaan pesawat, Gerry Soejatman, kepada Tempo, sistem sirip pesawat yang terletak di bagian ujung ekor pesawat diduga mengalami masalah sehingga tak bisa menjaga kestabilan pesawat. "Beberapa hari sebelumnya, pilot sempat mengeluhkan ada masalah pada auto flight rudder travel limiter," kata Gerry.

Menurut informasi, masalah tersebut terjadi pada 25-26 Desember lalu, namun tim engineering AirAsia sudah memperbaiki sistem pada 26-27 sehingga pesawat bisa kembali mengudara pada 28 Desember. Informasi ini cocok dengan logbook pesawat PK-AXC QZ8501 25 Desember 2014.


Pada Natal, AirAsia QZ8501 sempat gagal take-off dari landasan pacu Juanda untuk terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Bahkan setelah diperbaiki oleh teknisinya, Iriyanto harus kembali ke landasan pacu karena kerusakan ini.

Gerry juga menduga bahwa kerusakan sistem inilah yang mempengaruhi pesawat kehilangan daya angkatnya dan jatuh. "Kemungkinan berpindah ke sistem pengendalian alternatif, jadi pesawatnya stall (kehilangan daya angkat)," jelas Gerry.

Sayangnya dugaan ini masih belum bisa disimpulkan sebagai penyebab pasti jatuhnya pesawat. Tim investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih harus memeriksa dan mencocokkan data dengan blackbox atau dengan data dari central maintenance computer.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!