Budaya lokal yang tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja membuat Sisa harus menyamar sebagai seorang pria.
- Tim WowKeren
- Selasa, 24 Maret 2015 - 07:44 WIB
WowKeren - Pernahkah Anda membayangkan seorang wanita yang menyamar menjadi pria selama berpuluh-puluh tahun? Wanita asal Mesir bernama Sisa Abu Daooh tersebut diketahui menyamar menjadi pria untuk dapat bekerja dan terus mencari nafkah untuk keluarganya.
Rupanya Sisa telah kehilangan suaminya sejak berusia 21 tahun. Saat itu, ia tengah hamil. Ketika melahirkan putrinya, wanita berusia 64 tahun tersebut tidak memiliki cukup uang untuk membiayai keperluan anaknya.
Pada saat itulah ia bertekad untuk bekerja. Namun, karena budaya lokal tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja, maka Sisa tak punya pilihan selain menyamar menjadi seorang pria.
"Saya lebih memilih menyamar jadi pria, bekerja keras sebagai buruh atau apapun daripada harus mengemis di jalanan. Saya harus melakukan ini untuk masa depan anak saya," tegasnya. "Untuk melindungi diri dari para pria dan budaya lokal yang berlaku, saya memutuskan untuk menjadi seorang pria."
Sisa harus menyamar menjadi seorang pria selama 43 tahun. Dalam penyamarannya, ia tampak mengenakan gamis panjang lengkap dengan sorban putihnya. Terkadang, Sisa bekerja sebagai buruh atau juga penyemir sepatu.
Meskipun kini berbagai media telah mengungkap penyamarannya, namun Sisa tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai penyemir sepatu. Ia justru berterima kasih kepada media yang menyorotinya. Karena saat ini, Sisa justru mendapatkan penghargaan sebagai 'Wanita Pencari Nafkah' dari Social Solidarity Directorate of Luxor.
(wk/)