'7 Manusia Harimau' Jadi Sinetron Terburuk Hasil Survey KPI
TV

Standar indeks kualitas yang ditetapkan KPI untuk 'sangat tidak berkualitas' adalah 1,00, berapa yang diraih '7MH'?

WowKeren - "7 Manusia Harimau" menjadi salah satu sinetron favorit. Namun ternyata tidak bagi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Sinetron adaptasi dari novel Motinggo Busye itu memiliki penilaian rendah oleh KPI.

KPI melakukan survey menggandeng 9 perguruan tinggi negeri sepanjang Maret-April 2015 untuk menilai program berita, sinetron, dan variety show. Dari sana didapat pula penilaian untuk tayangan sinetron yang masih dianggap buruk kualitasnya. Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, bersama Endah Murwani, Ketua Bidang Penelitian Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), mengumumkan hasilnya.

"Hasil penelitian menunjukkan, sinetron 'Emak Ijah Pengen ke Mekah' (SCTV), '7 Manusia Harimau' (RCTI), dan 'Sinema Pintu Tobat' (Indosiar) dinilai tidak berkualitas," tutur Endah di Gedung KPI Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (22/6). Penilaian itu didasarkan relevansi cerita, pembentukan watak dan jati diri bangsa, penghormatan keberagaman, norma dan sosial, non-kekerasan, dan non-seksual.


Standar indeks kualitas yang ditetapkan oleh KPI untuk "sangat tidak berkualitas" adalah 1,00. Nah, "Emak Ijah Pengen ke Mekah" hanya mengantongi 2,90 sama seperti "Sinema Pintu Tobat" dan "7 Manusia Harimau" paling bontot 2,20.

"Indeks ketiga sinetron tersebut cukup jauh di bawah standar kualitas yang ditetapkan KPI yakni 4,00, terutama untuk sinetron '7 Manusia Harimau'," terang Endah. "Ketiga sinetron tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan banyaknya aduan dari masyarakat."

"Dari data pengaduan yang masuk ke KPI, yang paling banyak diadukan adalah sinetron 7 Manusia Harimau, sebanyak 121 pengaduan. Kemudian, sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah, dengan 73 pengaduan," imbuhnya. Skala indeks kualitas memang juga diukur dari P3SPS.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!