Fitur autoplay video yang dimiliki Facebook dan Twitter membuat pengguna secara langsung menyaksikan video pembunuhan di Virginia.
- Tim WowKeren
- Jumat, 28 Agustus 2015 - 18:04 WIB
WowKeren - Akun jejaring sosial Facebook dan Twitter ikut terseret dalam kasus penembakan yang menewaskan dua jurnalis TV di Virginia. Video penembakan yang diunggah si pelaku, Vester Flanagan atau Bryce Williams itu seketika menjadi topik hangat di dunia maya.
Fitur autoplay pada setiap video yang diunggah menjadikan pengguna secara langsung sengaja maupun tak sengaja menonton video penembakan yang diunggah pelaku di kedua akun tersebut. Walaupun baik Facebook maupun Twitter telah menghapus postingan tersebut setelah delapan menit diunggah, netter tetap dapat menemukan video yang sudah dihapus tersebut di beberapa akun pengguna lainnya.
Hal ini kemudian menjadikannya semakin banyak lagi pengguna yang melihat isi video. Dengan fitur autoplay, pengguna yang tidak tahu-menahu juga secara otomatis akan melihat video penembakan tersebut.
"Autoplay video pada Twitter dan Facebook menjadikanku saksi dari pembunuhan seseorang dari beberapa sudut pandang hari ini. Kerja yang hebat teknologi," tulis akun @tomwarren. "Terima kasih untuk pilihan autoplay. Aku baru saja melihat video menyeramkan dari pelaku yang merekam aksinya sendiri. Aku merasa mual. Jangan dilihat!!!" tulis akun lainnya @barzinkeywan.
Sementara itu, tak hanya netter saja yang meributkan masalah autoplay pada Facebook dan Twitter. Anggota parlemen Inggris juga mendesak kedua akun tersebut mengambil tindakan untuk masalah ini.
"Facebook, Google, Microsoft dan pihak-pihak lainnya bekerja sama dengan pemerintah untuk mencegah orang melihat isi media sosial yang ilegal dan ekstrem, dengan menggunakan teknik otomatis dan manusia untuk mengidentifikasi video," ujar Matt Warman, pimpinan Parlemen Parliamentary Internet, Communications and Technology Forum (Pictfor). "Media sosial, seperti media tradisional, seharusnya mempertimbangkan seberapa mengejutkan berita tersebut dan memastikan para pemakai cukup diberikan peringatan."
(wk/)