Awas, Jajanan di Tiongkok Gunakan 'Minyak Selokan'
Dunia

Minyak selokan adalah minyak daur ulang yang diperoleh dari minyak bekas restoran, selokan, dan tempat pembuangan minyak hotel-hotel besar.

WowKeren - Tak jauh beda dengan Indonesia, Tiongkok juga menjadi salah satu negara yang sering disorot keamanan dan keselamatan pangannya. Salah satunya adalah penggunaan minyak daur ulang yang berbahaya bagi kesehatan.

Sebagian restoran dan warung pinggir jalan di Tiongkok menggunakan "minyak selokan" untuk menggoreng makanan yang mereka jual. "Minyak selokan" adalah minyak daur ulang yang diperoleh dari minyak bekas restoran cepat saji, selokan, dan tempat pembuangan limbah hotel-hotel besar.

Bahkan sebagian orang membuat minyak ini sendiri demi menghemat biaya. Meski ini adalah tindakan illegal, minyak ini sudah menjadi rahasia umum di Tiongkok.


Menurut para pembuatnya, "minyak selokan" menjadi alternatif yang lebih murah dibanding minyak biasa. Minyak ini dijual seharga 940 USD atau sekitar Rp 13,3 juta per ton. Harga ini lebih murah 560 USD (sekitar Rp 7,9 juta) dibanding dengan minyak goreng yang dijual seharga 1500 USD (sekitar Rp 21,2 juta) per ton.

Meskipun para pembuatnya mengatakan proses pembuatan minyak ini adalah untuk "memurnikan" minyak, tapi tetap saja zat karsinogen yang tertinggal di dalamnya sangat berbahaya untuk dimakan. Lebih parahnya lagi, hasil statistik melaporkan bahwa 1 dari 10 rumah makan murah memasak menggunakan minyak ini. Waduh, sepertinya kita harus semakin teliti lagi dalam memilih tempat untuk membeli makanan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait