Balita di Thailand Selamat dari Pembantaian Massal Berkat Tidur di Bawah Selimut
Unsplash/Мария Волк
Dunia

Orang tua gadis tersebut mengatakan dia percaya roh telah melindungi putrinya dari bahaya. Dia merasa sedih untuk keluarga lainnya namun juga bersyukur karena putrinya selamat.

WowKeren - Tragedi pembantaian massal yang terjadi di Thailand pekan lalu masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban. Sebanyak 38 orang meninggal yang sebagian besar merupakan anak-anak.

Namun, seorang gadis kecil berusia tiga tahun selamat dari insiden mengerikan itu. Paveenut Supolwong, alias Ammy, muncul di tempat insiden itu terjadi tanpa cedera.

Ammy berada di bawah selimut di sudut kelasnya dan tertidur lelap. Dia diyakini selamat dari serangan itu karena dia tidak bergerak atau bangun, sebagaimana dilaporkan. Kabar ia selamat telah membawa sedikit kelegaan ke kota yang jatuh ke dalam kesedihan setelah pembunuhan yang memakan 38 korban.

Ammy adalah satu-satunya anak di kamar bayi yang sama sekali tidak terluka setelah mantan perwira polisi Panya Khamrap, 34, mengamuk di kota Uthai Sawan. Seseorang menemukan gadis itu bergerak di sudut jauh kelas setelah si pembunuh pergi.


Dia dibawa oleh penyelamatnya dengan kepala tertutup selimut, sehingga dia tidak melihat mayat teman-teman sekelasnya. Dari 22 anak yang ditikam sampai mati, 11 meninggal di ruang kelas tempat dia tidur siang, menurut pengakuan polisi. Sedangkan dua anak lainnya dirawat karena menderita luka serius di bagian kepala.

Pengakuan mengejutkan datang dari ibunya yang juga sangat terkejut dengan insiden itu. Padahal, di hari-hari biasa Ammy tidak bisa tidur nyenyak. Namun dia justru tidak terbangun dari tidurnya pada hari nahas itu.

"Saya shock," kata ibu Ammy, Panompai Sithong. "Saya merasa sedih untuk keluarga lain ... Saya senang anak saya selamat. Ini adalah perasaan campur aduk antara sedih dan syukur."

Orang tua Ammy mengatakan gadis itu tampaknya tidak memiliki ingatan tentang tragedi itu. Ibu Ammy mengatakan dia percaya roh telah melindungi putrinya dari bahaya.

"Anak saya tidak tidur nyenyak," kata Panompai. "Saya percaya pasti ada roh yang menutupi mata dan telinganya. Kami memiliki keyakinan yang berbeda, tetapi bagi saya, saya kira itu yang melindungi anak saya."

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait