Jepang Hadapi Tantangan Berat Saat Dibuka Kembali untuk Turis Asing
Pexels/Haugenzhays Zhang
Dunia

Sebelumnya, tindakan pengendalian perbatasan Jepang telah menuai kritik dari para pelaku bisnis di dunia pariwisata, hiburan, dan industri lainnya karena dianggap terlalu ketat.

WowKeren - Jepang pada Selasa (11/10) telah mengakhiri kontrol perbatasan dengan membuka kembali perjalanan bebas visa bagi puluhan negara. Untuk membantu memperkuat perekonomian Perdana Menteri Fumio Kishida berusaha untuk mengandalkan pariwisata.

Di dalam negeri sendiri, pemerintah telah memulai program Diskon Perjalanan Nasional, dengan menawarkan subsidi. Sebelumnya, tindakan pengendalian perbatasan Jepang telah menuai kritik dari para pelaku bisnis di dunia pariwisata, hiburan, dan industri lainnya.

Jepang telah mengizinkan orang-orang untuk melewatkan prosedur tes dan isolasi asalkan turis telah divaksin booster atau dinyatakan negatif COVID-19 dalam waktu 72 jam keberangkatan. Namun, di tengah harapan pemulihan pariwisata, Jepang justru dihadapkan pada tantangan berat lainnya.

Menurut data pemerintah, pekerjaan hotel merosot 22 persen antara 2019 dan 2021. Ekonom Nomura Research Institute Takahide Kiuchi menulis dalam laporannya jika pengeluaran dari pengunjung luar negeri hanya akan mencapai 2,1 triliun yen pada tahun 2023 dan tidak akan melebihi tingkat pra-Covid hingga tahun 2025.

Meski Japan Airlines telah mencatat pemesanan tiga kali lipat namun permintaan perjalanan internasional tidak akan pulih sepenuhnya hingga sekitar tahun 2025. Bandara Narita yang merupakan terbesar di Jepang tetap sepi dengan sekitar setengah dari 260 toko dan restoran tutup.

"Ini seperti setengah kota hantu," kata seorang pengunjung dari Selandia Baru. Presiden Amina Collection Co Sawato Shindo mengatakan telah menutup toko souvenir di Narita. Perusahaan merelokasi staf dan pasokan dari bandara ke lokasi lain.

"Saya tidak berpikir akan ada kembalinya situasi pra-pandemi secara tiba-tiba," kata Shindo. "Pembatasan masih cukup ketat dibandingkan dengan negara lain."

Masalah juga terjadi pada sektor perhotelan. Hampir 73 persen hotel di seluruh negeri kekurangan pekerja tetap pada Agustus. Manajer umum di resor mata air panas Yokikan di Shizuoka, Akihisa Inaba, mengatakan jika pihaknya telah kekurangan staf selama musim panas.

"Secara alami, kekurangan tenaga kerja akan menjadi lebih terasa ketika perjalanan masuk kembali," kata Inaba. "Jadi, saya tidak begitu yakin kita bisa sangat gembira."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait