Granat yang Tewaskan Anggota Militer Korsel Banjir Keprihatinan Netter
Dunia

Granat yang dilemparkan tiba-tiba saja meledak dalam jarak dekat dan mengenai orang-orang yang ada di sekitar lokasi kejadian.

WowKeren - Dunia militer Korea Selatan sedang dirundung duka. Pada maskas pelatihan di infanteri 50, sebuah tragedi granat meledak telah menewaskan seorang anggota dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Berita tersebut tentu saja langsung menuai keprihatinan dan perhatian dari para netter di Korsel. Mereka menganggap kejadian tersebut sudah terlalu sering terjadi di militer.

Tak hanya itu saja, terkadang pemerintah juga menutupi kejadian-kejadian yang terjadi di maskas pelatihan militernya. Oleh karena itu, para netter ini meminta kepada pemerintah untuk terbuka dan bertanggung jawab terhadap generasi muda di Korsel dengan memperbaiki sistem yang ada di militer.

"Inilah alasan kenapa para orang tua tidak ingin mengirim anak mereka ke militer. Saya sangat berduka untuk mereka yang kehilangan. Hal ini sering terjadi di militer sehingga pemerintah akan merilis berita lain untuk menutupi kejadian tersebut," komentar salah satu netter. "Bagaimana pemerintah akan membayar dengan merusak kehidupan para generasi muda itu?"

"Insiden ini sering terjadi kepada para tentara untuk mempertaruhkan hidup mereka dalam melindungi negara," komentar netter lainnya. "Tidakkah pemerintah berpikir untuk memperbaiki perawatan di kemiliteran?"


Kejadian tersebut bermula saat para tentara Korsel sedang dalam tugas untuk melatih para anggota baru yang masuk maskas pelatihan militer, Kamis (9/9). Sementara latihan yang sedang berlangsung pagi itu adalah melempar granat.

Seorang tentara yang baru saja direkrut bernama Son sedang bersiap melempar granat setelah mencabut pengamannya. Setelah mendengar aba-aba dari pelatih, pria 20 tahun itu pun melempar granat yang ada di tangannya.

Namun tak disangka granat tiba-tiba meledak di belakang kepalanya yang kemudian membuatnya terluka parah. Sedangkan pelatihnya, Kim mengalami luka cukup serius dan meninggal saat operasi pengambilan seluruh sisa-sisa granat dalam tubuhnya.

Sementara itu, Son sendiri diketahui selamat dan keadaanya baik-baik saja meskipun harus menjalani operasi pergelangan tangan kanannya yang putus. Salah satu pelatih lainnya, Park yang juga berada di tempat kejadian mendapatkan perawatan intensif setelah terkena ledakan granat tersebut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait