Tak ada pengguna jalan yang berani memeriksa sang kakek karena takut disalahkan dan diperas.
- Tim WowKeren
- Selasa, 22 September 2015 - 17:39 WIB
WowKeren - Minggu lalu, seorang kakek tiba-tiba jatuh di jalanan Zhengzhou dan bersimbah darah. Sayangnya, tak ada pengguna jalan yang berani memeriksa sang kakek karena takut disalahkan dan diperas.
Sebelum akhirnya mulai mendekat, warga yang ada di sekitar kakek itu mengambil beberapa gambar yang menunjukkan bahwa kakek itu jatuh dengan sendirinya. Darah juga terlihat telah memenuhi wajah sang kakek.
Baru setelah itu, gerombolan orang-orang mulai datang untuk membantu kakek yang berbaju hitam tersebut. "Dia berdarah jadi tidak ada seorang pun yang berani menolongnya, tak ada yang ingin diperas," ujar salah satu warga.
Ya, kasus pemerasan dengan motif seperti ini sedang marak terjadi di Tiongkok. Juli lalu, seorang warga jatuh dari motornya sendiri namun dia menyalahkan seseorang yang mencoba membantunya. Berita tersebut telah menjadi headline di berita-berita Tiongkok.
Hal ini cukup tragis apa mengingat kasus sebelumnya di mana seorang kakek di Zhejiang jatuh di jalan. Ia dibiarkan di tengah jalan selama 8 menit hingga akhirnya terlindas.
"Para warga bertindak dengan akal sehat," komentar salah satu netizen dari Henan. "Jika Anda melihat beberapa orang asing tergeletak di tanah, mintalah seorang teman untuk merekam dia untuk pertama kali. Lebih baik lagi, minta kru televisi jika Anda bisa."
Oleh karena itu, pemerintah Shanghai menyusun RUU awal bulan ini untuk memberikan perlindungan pada orang-orang dengan pelatihan medis yang tepat untuk melakukan pertolongan pertama kepada orang lain yang membutuhkan bantuan. Kota Hangzhou dan Shenzhen telah memperkenalkan hukum serupa yang melibatkan orang-orang yang memeras uang tunai setelah diberikan bantuan darurat.
(wk/)