Seorang bayi berusia 15 bulan menjadi korban dari asap beracun yang masih menyelimuti wilayah Pekanbaru, Riau.
- Tim WowKeren
- Senin, 05 Oktober 2015 - 14:05 WIB
WowKeren - Kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Pekanbaru, Riau kembali memakan korban. Setelah seorang siswa bernama Hanum meninggal setelah mengalami batuk parah selama seminggu, kini seorang bayi di Jambi juga ikut menjadi korban.
Seorang bayi berusia 15 bulan bernama Nabila Julia Rahmadani harus menghirup asap yang mengandung Particulate Matter (PM-10) secara berlebih. Hal tersebut kemudian membuat si cantik Nabila yang awalnya baik-baik saja lantas batuk-batuk beserta muntah dahak.
Tak kuat terus-terusan menghirup asap beracun tersebut, Nabila pun menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (2/10). "Oksigen dalam tubuhnya berkurang, paru-parunya dipenuhi dahak," ujar sang ayah, Ahmad Arbani.
Kehilangan buah hati tentu saja menjadi pukulan yang teramat menyakitkan terutama bagi sang ibu yang telah melahirkan Nabila. Tak ingin ada lagi ibu-ibu di luar sana yang mengalami kehilangan seperti dirinya, Rhia Moorlife pun menceritakan kisah pilunya melalui sebuah status di Facebook.

"Cukup anak hamba ya Allah yg jadi korban akibat asap yang tidak kunjung berhenti," tulis wanita berjilbab ini dalam akun Facebook-nya. "Jangan lagi ada korban lain, sesak nafas, batuk, pilek akibat kabut asap dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab."
Kisah menyedihkan yang dialami penjual nasi uduk ini akhirnya sampai ke telinga para netter yang kemudian membuatnya jadi perbincangan hangat. Status yang juga disertai foto dirinya bersama Nabila yang sudah terbungkus kain kafan itu menyedot perhatian nasional hingga postingan tersebut sudah tak dapat lagi diakses.
"Akun itu sudah nggak bisa dibuka lagi. Kami tidak tahu kenapa bisa begitu, ada yang memblokir. Ibu juga nggak pernah menghapus fotonya," jelas Ahmad. "Itu hanya menyuarakan hati, sedih ditinggal anaknya."
(wk/)