Semakin Parah, Kabut Asap Sudah Menelan 8 Korban Jiwa
Nasional

Tidak hanya penyakit pernapasan, kabut asap sudah menelan korban jiwa.

WowKeren - Permasalah kabut asap yang sedang dialami Indonesia saat ini dianggap yang paling parah. Sudah banyak warga yang dirugikan dengan semakin tebalnya asap yang memenuhi udara di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

Banyak warga yang terkena penyakit dan gangguan pernapasan akibat jelekknya kualitas udara di wilayah tersebut. Bahkan, dari kabar terbaru yang diumumkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kabut asap rupanya sudah menelan korban jiwa.

Sebelumnya publik sempat digegerkan dengan foto seorang balita yang tewas karena kabut asap. Nyatanya, bukan hanya balita itu saja. Dari data terbaru yang disampaikan oleh BNPB, ada sekitar delapan orang warga yang meninggal di wilayah lain karena penyebab yang sama.

Korban meninggal tersebut rata-rata karena terkena penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) karena menghirup kabut asap saat beraktivitas sehari-hari. Namun, ada juga korban yang tewas karena berusaha mengatasi kabut asap dengan ikut memadamkan kebakaran lahan.


Bahkan ada juga seorang korban yang meninggal karena terjebak dalam kobaran api kebakaran lahan. Senin (12/10), Kepala Humas BNPB Sutopo mengungkap korban tewas terdiri dari orang dewasa, anak-anak, hingga balita.

BNPB merilis nama-nama korban yang meninggal dalam bencana kabut asap tersebut. Kedelapan korban tersebut adalah Muhanum Anggriawati (12), Nabila Julia Ramadhani (15 bulan), Muhamad Iqbal (31), Yahya bin Ali (50), Lainem (45), Yurnalis (65), Intan Destianti (9) dan Dulsani Purba (48).

"Ini adalah dampak langsung dan tidak langsung akibat kebakaran hutan dan lahan," ujar Sutopo. "Dampak langsung adalah yang terbakar saat memadamkan api, sedangkan yang tidak langsung karena sakit."

Lebih lanjut, Sutopo mengungkap BNPB telah mengeluarkan Rp 385 miliar hingga September 2015. Saat ini pihak mereka sedang mengusahakan meminta anggaran tambahan sebesar Rp 700 miliar dari Kementerian Keuangan agar perawatan para korban bisa lebih maksimal.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!