Paku Alam IX Berpulang, Pengukuhan Pengganti Dinilai Langgar Tradisi Kadipaten
SerbaSerbi

KPH Wiroyudho menyayangkan penunjukan pengganti Paku Alam IX dilakukan dalam masa berkabung.

WowKeren - Pada Minggu (22/11) kemarin, Pura Pakualaman Jogja telah kehilangan pemimpin mereka yaitu Paku Alam IX. Masih dalam suasana berkabung sepeninggal pangeran pati, Istana Kadipaten justru telah menunjuk pengganti.

Ialah Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo (KGPH) Suryodilogo yang ditunjuk sebagai pengganti Paku Alam IX. Akan tetapi tampaknya tak semua pihak menyetujui termasuk putra Paku Alam IX, KPH Wiroyudho.

"Ini paugeran apa yang mereka pakai? Kami menganggap ini adalah cara-cara yang tidak bagus dalam mencari kekuasaan," kata KPH Wiroyudho seperti dilansir dari Metrotvnews.com. Ia juga menyebutkan bahwa KPH Tjondrokusumo, pihak yang menandatangani keputusan tidak memiliki legitimasi untuk melakukan penunjukan pengganti lantaran sudah demisioner pasca wafatnya Paku Alam IX.


"Bagaimana mungkin yang telah demisioner bisa mengeluarkan sebuah keputusan?" ujar KPH Wiroyudho. "Kami akan mengambil tindakan atas kesewenang-wenangan ini."

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pun menyatakan bahwa jabatan tersebut tidak bisa langsung diisi. Sri Sultan menambahkan, akan terjadi kekosongan sampai proses penggantian secara internal berlangsung sesuai paugeran Pura Pakualaman. "Sementara kosong. Pengganti itu urusan internal. Punya tata cara sendiri," tutur Sultan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!