Indonesia menerapkan siaga satu untuk ancaman terorisme pasca penangkapan terduga anggota ISIS di Mojeoketo.
- Tim WowKeren
- Senin, 21 Desember 2015 - 20:22 WIB
WowKeren - Belum lama ini publik dihebohkan dengan penangkapan terduga teroris anggota ISIS di Mojokerto. Hal tersebut membuat pihak intelijen dan Polri menerapkan siaga satu untuk ancaman teroris di Tanah Air menjelang liburan Natal dan tahun baru.
Polri dan Detasemen Khusus 88 berhasil menangkap terduga teroris sekaligus anggota ISIS seperti M Khaerul Anam, Teguh Prambanan, dan Imran yang dibekuk di Mojokerto. Sedangkan Joko Ardiyanto yang sudah masuk dalam daftar buron ditangkap di Gresik.
"Kami tangkap karena mereka hendak melakukan aksi Desember ini, sehingga Mabes Polri menerapkan siaga satu," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspertur Jenderal Anton Charliyan seperti dilansir dari CNN. "Saya belum dapat laporan detil, tapi rencana itu memang mereka akui."
Sementara itu, seluruh kekuatan intelijen di daerah akan disiagakan penuh menjelang liburan akhir tahun ini. "Mereka punya plot untuk menyerang pejabat, objek vital di Indonesia, juga kelompok radikal lain yang dianggap musuh ISIS," tambah Anton.
Tak hanya itu saja, kelompok ini juga diduga ingin bekerja sama dengan jaringan yang ada sebelumnya seperti Jamaah Islamiyah untuk membuat serangan besar di Indonesia yang menarik perhatian dunia. "Mereka mau melakukan konser besar di Indonesia," pungkas Anton.
(wk/)