Termasuk Korea Utara, Negara-Negara Ini Larang Perayaan Hari Natal
Dunia

Beberapa negara di dunia ini melarang warganya untuk merayakan Natal di tempat umum.

WowKeren - Jumat (25/12) ini merupakan hari besar untuk umat yang ikut merayakan Natal. Berbagai ornamen yang identik dengan warna merah dan hijau tampak meriah dengan dekorasi pohon Natal serta hiasan kostum Santa Claus.

Namun, ada beberapa negara yang melarang masyarakatnya untuk merayakan Natal secara terbuka. Yang pertama adalah Tajikistan, negara sekuler yang pecah terkait pengaruh era Soviet (non agama) dan Rusia (Kristen Ortodoks).

Menteri Pendidikan di Tajikistan telah melarang pemasangan pohon Natal baik dari pohon yang ditebang maupun buatan. Yang kedua ada Arab Saudi. Dengan tak adanya gereja, 1,2 umat Nasrani di Arab diminta untuk merayakan Natal di tempat pribadi.


Brunei Darussalam menjadi negara ketiga yang melarang perayaan Natal di tempat publik. Pelarangan itu telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Brunei pada 27 Desember 2014 lalu. Sama seperti Arab, umat yang merayakan bisa melakukannya di rumah pribadi.

Larangan perayaan Natal di publik juga terjadi di negara keempat, yaitu Somalia. Sheikh Mohamed Kheyrow selaku Direktur Kementerian Agama Somalia mengungkapkan jika perayaan Natal tak berkaitan dengan Islam. Ia juga percaya bahwa tak ada komunitas Nasrani di sana.

Negara terakhir yang melarang perayaan Natal adalah Korea Utara. Bukan karena masalah agama, pemerintahan Korut memang mengontrol soal libur keagamaan hingga hampir tak ada hari libur di sana kecuali perayaan ulang tahun Kim Jong Il. Bahkan, jika ada yang terlihat merayakan Natal bisa langsung dimasukkan ke penjara.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!