Ahmad Junaedi, simpatisan ISIS yang pulang ke Indonesia memberikan kesaksiannya di PN Jaksel pada Selasa (26/1).
- Tim WowKeren
- Rabu, 27 Januari 2016 - 12:30 WIB
WowKeren - Seorang warga asal Malang, Ahmad Junaedi memberikan pengakuan mengejutkan terkait keterlibatannya menjadi simpatisan ISIS di Suriah. Ahmad Junaedi yang bekerja sebagai pedagang bakso mengaku kecewa dengan apa yang diterimanya dari organisasi militan tersebut.
Pada Selasa (26/1) kemarin, Junaedi menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dari kesaksiannya, ia menceritakan kepergiannya ke Suriah atas ajakan Abu Jandal, warga Malang yang juga salah satu pemimpin ISIS.
Sayangnya, Juanedi kecewa lantaran gaji besar yang dijanjikan Abu Jandal tidak ia terima. Junaedi hanya diberi upah sebesar USD 50 atau sekitar Rp 600 ribu, lebih kecil dibanding penghasilannya sebagai tukang bakso yang mencapai Rp 2,5 juta per bulan.
"Tidak disebutkan jumlahnya, tapi besar katanya. Lebih besar dari penghasilan bakso," kata Ahmad Juanedi. "Lebih banyak penghasilan di Indonesia daripada di sana. Saya dibayar 50 dolar per bulan atau sekitar 600 ribu."
Ahmad Junaedi sendiri sebelumnya bertugas menjaga pos pemeriksaan selama di Suriah pada 2013 silam. Lantaran merasa jenuh, ia akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia setelah bertugas 8 bulan meski sempat dilarang oleh Abu Jandal.
(wk/)