Aiptu Budiono bercerita soal dirinya yang menjadi korban penembakan teroris di Thamrin, Kamis (14/1) lalu.
- Tim WowKeren
- Selasa, 09 Februari 2016 - 09:26 WIB
WowKeren - Tragedi penembakan dan ledakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin pada pertengahan Januari 2016 tampaknya masih lekat di ingatan publik. Terlebih lagi para korban luka yang turut menjadi saksi mata dalam peristiwa tersebut.
Salah satu korban yang merupakan seorang anggota kepolisian bernama Aiptu Budiono baru-baru ini terlihat sudah beraktivitas normal. Aiptu Budiono terluka di perutnya setelah menjadi korban penembakan oleh teroris dalam kejadian sebulan lalu itu.
Dilansir dari Detik, Selasa (9/2), Budiono mengaku ditembak dari jarak cukup dekat yakni tidak sampai satu meter. Menurutnya, saat itu ia yang baru turun dari motor dan masih mengenakan helm terkejut lantaran mendadak diserang pelaku teror.
"Melihat dan tanpa ekspresi langsung 'deng deng'. Saya kena 'Astaghfirullah' saya enggak langsung jatuh," ujar Aiptu Budiono. "Jarak dekat sekali. Tidak sampai satu meter mungkin. Dia juga langsung jalan ke perempatan lagi. Habis nembak saya langsung lanjut jalan gitu."
Aiptu Budiono bukan satu-satunya aparat yang menjadi korban kekejaman teroris. AKBP Dodi Darmawan, pada 2011 silam juga sempat merasakan hal yang sama.
Saat masih menjabat Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Dodi Darmawan pernah terkena ledakan bom yang meremukkan tangan kirinya. Telapak tangan kirinya hancur usai membuka paket mencurigakan yang ternyata berisi bom di kawasan Jalan Utan Kayu.
(wk/)