Menurut Tanta, rusaknya perilaku anak-anak tak hanya dipengaruhi tayangan TV.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 27 Februari 2016 - 16:22 WIB
WowKeren - Pertelevisian Indonesia saat ini masih ramai memperbincangkan LGBT. Tak sedikit artis yang ikut menyuarakan pro kontra atas keputusan KPI dalam membatasi konten berbau LGBT di TV. Jika Deddy Corbuzier mendukung maka Tanta Ginting sebaliknya.
Menurut Tanta, rusaknya perilaku anak-anak tak hanya dipengaruhi tayangan TV. Sehingga bukan alasan untuk membatasi seni pertunjukan dalam tayangan TV. "Dikembalikan ke orang tua masing-masing sih. Orang yang enggak nonton TV, anak-anaknya jadi rusak juga," ucapnya seperti dilansir dari Bintang.
"Bukannya gue bilang melambai oke, cuma itu karakter orang masing-masing dan menurut gue itu seni," lanjut aktor film "Guru Bangsa: Tjokroaminoto". "Gue enggak suka KPI membatasi orang untuk berkesenian. Seni kan punya karakter masing-masing."
"Menurut gue, KPI mau gimana pun juga tetap harus pengawasan orangtua yang mendidik anaknya untuk nonton apa di TV. Ada atau tidak ada KPI, kalau misalnya orangtua enggak berperan banyak di kehidupan anak-anaknya, bakalan rusak juga."
Tanta mengaku bingung dengan kebijakan KPI untuk tidak menanyangkan lelaki dengan berpakaian, berprilaku, rias, gestur atau bahasa tubuh juga sapaan yang kewanitaan. Pasalnya, itu sudah terjadi sejak lama dan tidak ada pengaruh pada penonton. Misalnya di era Warkop DKI dulu.
"Dari zamannya Dono Kasino Indro, dari dulu juga ada, mereka berpakai cewek, melambai, terus ada Tessy. Pas kita gede aman-aman saja," imbuh Tanta. Ia meyakini rusaknya pengaruh besar terhadap perilaku anak berasal dari lingkungan.
(wk/)