Tak terima, Farah pun memberikan somasi dan melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.
- Tim WowKeren
- Jumat, 18 Maret 2016 - 16:40 WIB
WowKeren - Nama besar Farah Quinn belum lama ini dicatut oleh oknum situs jual beli online yang tak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan. Oknum tersebut tanpa izin menggunakan foto Farah. Merasa dirugikan, Farah pun kini menempuh jalur hukum.
"Ada teman saya (memberitahu), 4 September ada foto jual pisau. Begitu lihat, saya enggak pernah berikan izin untuk menggunakan fotoku," ujar Farah saat ditemui WowKeren di kawasan Kemang, jakarta Selatan pada Jumat (18/3). "Foto yang dipakai untuk bukuku, 'Healthy Happy Family By Farah' yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Saya merasa hakku sudah dilanggar. Kita sedang melalui proses hukum."
Pengacara Farah, Masyhudi S. Prawira, mengakui jika kliennya mendapat bukti lewat email dan capture website. Karena itu, pihaknya akan melakukan somasi dan melaporkan hal tersebut kepada Dirjen HAKI dan kepolisian.
"Konsep vendor itu mbak Farah dapat dari email dan screen shoot salah satu website jual beli online. Setelah ditelusuri, ternyata foto itu yang dipakai untuk buku," ujar Masyhudi. "Kita sudah melakukan somasi. Kita sudah mendapat jawaban, hingga sekarang mereka tidak mau bertanggung jawab. Terakhir, kita juga menemukan mereka menggunakan foto mbak Farah lainnya untuk produk double fry pan. Itu adalah foto yg dipotong."
Selain somasi, pihak Farah sudah melapor pada 16 Maret lalu dengan tuduhan dugaan tindak pidana terkait penggunaan foto-foto tersebut demi kepentingan iklan berdasarkan UU No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Selain itu Farah juga mengajukan gugatan terkait pelanggaran hak cipta di Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat.
"Saya enggak mau fotoku dipakai sembarangan tanpa izin. Tahun ini tahun penting untuk bisnis saya. Benar-benar produk yang saya endorse sangat terpilih," lanjut Farah. "Saya mengharapkan keadilan. Saya enggak mau hal ini terjadi pada publik figur lainnya. (Untuk ganti rugi) sekarang belum bisa kita tentukan berapa jumlahnya."
(wk/)