Turki Ternyata Telah Peringatkan Belgia Tentang Pelaku Bom, Tapi Diabaikan
Dunia

Presiden Turki juga mengungkapkan bahwa Belgia telah diperingatkan sebelum insiden bom terjadi.

WowKeren - Teror bom yang terjadi di Brussels dikabarkan sebagai akibat dari keteledoran pemerintah Belgia sendiri. Pasalnya, Turki mengklaim sebelumnya telah memperingatkan Belgia tentang adanya teroris yang melakukan kejahatan tersebut.

Pihak Turki menjelaskan Ibrahim El Bakraoui (29), salah satu dari kakak-beradik pelaku bom bunuh diri di Belgia, pernah ditangkap oleh otoritas Turki. Ibrahim ditangkap setelah masuk melalui Bandara Antalya di Kota Gaziantep, dekat dengan perbatasan Suriah.

"Dia masuk Turki pada 11 Juni 2015 dan ditahan oleh otoritas Turki pada 14 Juni 2015," ujar salah satu pejabat senior keamanan Turki dilansir dari Al Jazeera, Kamis (24/3). Turki pun langsung menghubungi Belgia dan Belanda tentang penangkapan tersebut.

"Kami telah memberitahukan kepada pihak berwenang di Belgia dan Belanda tentang rute perjalanan (Ibrahim) dan menyampaikan agar dia ditahan," ungkapnya. Ibrahim ditangkap karena memakai jalur sama dengan yang digunakan militan asing untuk masuk ISIS.


Ibrahim kemudian dideportasi dari Bandara Ataturk Istanbul. Presiden Turki Tayyip Erdogan juga mengungkapkan hal senada bahwa Turki sebelumnya telah mendeportasi salah satu pelaku bom di Brussels dan telah memberitahu otoritas Belgia.

Kedutaan Belgia di Ankara pun juga dikabarkan mengenai deportasi pelaku teror. Namun, Belgia malah melepasnya. "Belgia (berdalih) tak bisa menemukan kaitan teror dengan tersangka, meskipun telah ada peringatan dari Turki," tegas Tayyip.

Belanda juga dianggap bersalah karena pelaku dideportasi atas permintaan sendiri dan Belanda mengetahui insiden itu. Namun, Reuters melaporkan di kasus-kasus sebelumnya pejabat negara tak dapat memenjarakan orang Turki yang dideportasi tanpa bukti kejahatan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!