Sebelum tertangkap, Najag si badak sudah terjerat tali dan memiliki luka di kakinya.
- Tim WowKeren
- Rabu, 06 April 2016 - 15:14 WIB
WowKeren - Seekor badak Sumatera di Kalimantan yang tertangkap secara fisik mati padfa Selasa (5/4). Badak subspesies Dicerorhinus sumatrensis harrissoni bernama Najag itu diduga kuat mati akibat infeksi pada kakinya.
Menurut Nyoman Iswarayoga, Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia, LSM yang ikut aktif dalam penanganan Najag, badak tersebut sudah memiliki luka sejak awal ditemukan. Setelah mengamati jalur yang biasa dilewati Najag, tim baru bisa menangkapnya pada 12 Maret 2016.
"Saat kita temukan lewat kamera jebak pertama kali pada Oktober 2015, badak itu sudah terjerat tali," kata Nyoman pada Selasa (5/4) seperti dilansir Kompas. "Karena itu kita prioritaskan untuk ditangkap untuk meningkatkan peluang hidupnya. Jadi setidaknya sudah 5 bulan badak itu hidup dengan jerat tali."
Segera setelah Najag tertangkap, tim dokter pun melepaskan jerat tali itu dan membawa badak tersebut ke kandang untuk memulihkan kondisinya. Najag yang mengalami pembengkakan akibat luka pun diberi obat anti-bengkak dan antibiotik.
"Luka pada kakinya dalam, sekitar 1 cm, dan sudah hampir kena tulang," jelas Nyoman. "Infeksi pada kaki itu ternyata memengaruhi kesehatannya."
Minggu pertama dan kedua setelah ditaruh di kandang berukuran 16x27 meter, kondisi Najag membaik. Namun pada beberapa hari terakhir, kondisinya memburuk.
Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari ini, Najag sempat mengalami koma hingga akhirnya sekitar pukul 2.30, Najag ditemukan sudah tidak bernyawa. CEO WWF Indonesia, Efransjah, mengatakan bahwa kematian Najag memberi pelajaran berharga, menunjukkan bahwa menyelamatkan satu badak saja sangat sulit.
(wk/)