Rekan Manuel Valls dari Partai Sosialis juga ikut mengecam dan menyebutnya mengada-ada.
- Tim WowKeren
- Rabu, 13 April 2016 - 20:31 WIB
WowKeren - Perdana Menteri Perancis Manuel Valls menyerukan larangan mahasiswa menggunakan jilbab di universitas. Manuel menilai menggunakan jilbab dianggap tak sesuai dengan kultur negara tersebut.
Imbauan Manuel ini pun menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk politisi dari partainya sendiri. Manuel dikecam Menteri Pendidikan Prancis Najat Vallaud-Belkacem yang notabene adalah rekannya dari Partai Sosialis. Menurutnya, seruan tersebut mengada-ada.
"Hukum larangan berjilbab di universitas sama sekali tak dibutuhkan," kata Najat. "Kebebasan adalah hak asasi termasuk kebebasan beragama. Universitas Prancis banyak memiliki mahasiswa asing. Apakah kita juga akan melarang akses mereka hanya karena budaya berpakaiannya?"
Penolakan juga datang dari Thierry Mandon, politisi dari Parati Sosialis. "Mereka sudah dewasa dan memiliki hak untuk menggunakan jilbab. Jilbab tak akan dilarang di komunitas Prancis," katanya.
Ini bukan pertama kali wacana larangan berjilbab muncul. Sebelumnya, di era kepemimpinan mantan presiden Nicolas Sarkozy rencana ini sudah dimunculkan namun ditentang.
(wk/)