Netter melayangkan protes karena restoran di Menteng, Jakarta Pusat ini memasang papan pengumuman bernada rasis.
- Tim WowKeren
- Rabu, 11 Mei 2016 - 11:42 WIB
WowKeren - Media sosial mendadak dihebohkan dengan keberadaan sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Bukan karena menunya yang kelewat lezat atau keunikan-keunikan di dalamnya, melainkan lantaran papan pengumuman yang terpajang di sana.
Pasalnya, papan pengumuman yang terpasang di dinding restoran dinilai memuat unsur-unsur rasis. Salah satunya, pengumuman menyebutkan jika restoran tersebut bukan tempat pengungsian seraya menuliskan nama sejumlah negara seperti Irak, Somalia hingga Bangladesh.
"Kami bukan tempat penampungan pengungsi atau area piknik," demikian sepenggal kalimat yang tertulis dalam bahasa Inggris dan ditebalkan. "Jika kalian imigran dari Iran atau Irak, Somalia atau Bangladesh, kalian berada di tempat yang salah. Kami menjual daging dan olahan pasta. Kami menjual anggur, baik itu anggur putih maupun anggur merah dan juga banyak pilihan bir lokal dan internasional."
Menganggap tulisan itu sebagai bentuk diskriminasi, seorang netter lantas memposting foto papan pengumuman itu di akun jejaring sosialnya. Sebagai keterangan foto, pemilik akun Felix Dass itu mengungkapkan kekecewaannya dan berharap agar pihak restoran segera mencopotnya.
"Menyedihkan ketika melihat rumah makan favorit Anda menjadi rasis. Mereka mungkin punya alasan untuk kecewa dengan kenyataan bahwa konsumen masih membawa makanan dan minuman dari luar, dan itu masih bisa diterima," tulis Felix. "Namun, mereka tidak harus menjadi rasis dan diskriminatif dengan pengumuman tersebut. Saya sangat berharap pemilik restoran ini mencopot segera papan pengumuman itu."
Tak hanya Felix, netter lain juga ikut melayangkan protes usai melihat postingan tersebut. Menurut netter, meskipun restoran beralasan hal itu agar orang tidak hanya numpang duduk di sana, kalimat-kalimat berbau rasis tidak seharusnya digunakan.
"Kalau memang tidak rasis, maka tidak perlu menyebut nama negara-negara tersebut. Tapi malah ditulis, itu yang membuat pemiliknya jadi rasis," ujar seorang netter. "Penjelasan ini bisa membuat sedikit lebih paham soal alasan di baliknya. Sebagai pemilik restoran pastinya repot dan rugi jika ada banyak orang yang cuma numpang duduk tanpa memesan makanan yang mereka hidangkan. Tapi sangat tak bisa paham kenapa harus begini caranya," seru netter lain.
(wk/)