Uffri Datun Nitami ungkap pengkhianatan dan kekerasan yang dialaminya dari Evan Marvino.
- Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB
WowKeren - Masalah rumah tangga antara Uffri Datun Nitami dan Evan Marvino kini menjadi perhatian publik. Dalam beberapa unggahan di Instagram, Uffri mengungkapkan bahwa selain dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), ia juga mengalami masalah kesehatan serius akibat perilaku sang suami. Ia mengaku tertular penyakit menular seksual dari Evan Marvino, yang merupakan dampak dari kebiasaan sang suami yang selingkuh.
Uffri Datun Nitami, yang kini tengah mengandung anak kedua, menyatakan bahwa dirinya terkena penyakit menular seksual (PMS) pada tahun 2022, saat ia sedang mengandung sembilan bulan. Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan, "Selama 5 tahun pernikahan, saya sudah kenyang diselingkuhi, suka mabuk-mabukan, pengkhianatan dan berzina dengan beberapa perempuan malam di klub dan di tempat karaoke atau bahkan personal. Bahkan saya sempat terkena penyakit menular seksual (HPV) darinya pada tahun 2022 yang dimana saya lagi hamil 9 bulan."
Selain masalah kesehatan, Uffri juga membongkar tindakan kekerasan yang ia terima dari Evan. Ia mengaku pernah dilempar dengan kursi dan kipas angin, yang mengakibatkan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Kekerasan tersebut terjadi saat Uffri meminta haknya sebagai istri, yaitu nafkah yang belum dipenuhi oleh Evan selama lima tahun mereka menikah.
Uffri menambahkan, "Kenapa dia marah segitu hebatnya, karena beberapa hari terakhir ini saya meminta hak saya (nafkah istri berupa uang bulanan untuk kebutuhan pribadi saya) yang tak kunjung diberikan. Kalau boleh jujur, ini nafkah yang baru saya terima beberapa bulan belakangan ini, setelah 5 tahun pernikahan kita, saya tidak pernah mendapatkan hak saya sendiri (nafkah istri)."
Dalam pandangannya, seharusnya Evan sebagai suami memprioritaskan kebutuhan istrinya dan anak-anak mereka daripada keluarganya sendiri. Ia merasa kelelahan harus terus-menerus menagih nafkah setiap bulan kepada suaminya. Kejadian-kejadian ini membuatnya merasa tidak nyaman dan tertekan, dan ia berharap agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik.
Uffri Datun Nitami kini berharap bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak yang peduli. Ia merasa penting untuk berbagi pengalamannya agar tidak ada wanita lain yang mengalami hal serupa. Dengan harapan agar para wanita bisa lebih berani bersuara dan melindungi diri dari tindakan kekerasan dan pengkhianatan dalam rumah tangga.
Situasi ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan hak-hak perempuan dan perlunya dukungan dari lingkungan sekitar. Uffri berharap agar kasusnya bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang mungkin berada dalam hubungan yang sama. Dengan berbicara terbuka, ia ingin mendorong perempuan lainnya untuk tidak takut mengungkapkan masalah yang mereka hadapi dalam pernikahan.
(wk/timw)