Ruben Onsu berbagi cerita tentang komunikasi setelah bercerai dengan Sarwendah.
- Jumat, 12 Juni 2026 - 21:03 WIB
WowKeren - Presenter Ruben Onsu baru-baru ini mengungkapkan dinamika komunikasinya dengan mantan istrinya, Sarwendah, setelah perceraian mereka. Dalam acara "Pagi Pagi Ambyar", Ruben menjelaskan bahwa Sarwendah sering menghubunginya, terutama saat membahas tagihan.
Ruben mengakui, "Pernah (dihubungi dulu)," dan menjelaskan, "(Karena) memang udah tagihan, memang itu udah waktunya bayar." Ia menyebutkan, meskipun mereka berkomunikasi dengan baik mengenai tagihan, hal itu tidak berlaku dalam hal informasi tentang perkembangan anak mereka.
"(Update tentang anak) Enggak, biasa," ungkap Ruben. Ia hanya mengetahui kabar mengenai anak-anaknya dari media sosial dan orang-orang yang menandainya. "Saya tahunya dari story, dari orang-orang yang ngetag," lanjutnya.
Ruben juga menambahkan bahwa biasanya ia yang lebih aktif bertanya tentang keadaan anak-anak. "Sampai anak ngambil raport, saya masih nanya, gimana raportnya?" ujarnya. Menanggapi hal ini, penyanyi Dewi Perssik yang menjadi presenter acara itu memberikan komentar, "(Komunikasi tentang anak) Kurang berjalan lancar, tapi giliran tagihan baru lancar gitu loh."
Ruben mengakui bahwa sikapnya yang cenderung menerima dan tidak banyak berkomentar membuatnya terlihat kurang baik di mata publik. "Ternyata salah ya, diemnya kita malah terkesan mengaminkan (ucapan orang)," katanya, menunjukkan penyesalan atas bagaimana situasi ini dipersepsikan oleh orang lain.
Ruben juga sempat berbicara tentang pandangannya mengenai tanggung jawab pasca-cerai, di mana ia merasa bahwa komunikasinya dengan Sarwendah harus lebih baik, terutama terkait dengan anak-anak mereka. Ia berharap ke depan bisa lebih terbuka dalam berkomunikasi dan menjaga hubungan baik demi kepentingan anak-anak.
Dengan pengalaman ini, Ruben Onsu berusaha untuk tetap positif dan berfokus pada tanggung jawabnya sebagai ayah, meskipun ada tantangan dalam berkomunikasi dengan mantan pasangan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan pasangan bisa berakhir, tanggung jawab sebagai orang tua tetap harus diutamakan.
(wk/timw)