Direktur Rumah Sakit Ternyata Setujui Pembelian Vaksin Palsu?
Nasional

Mayoritas rumah sakit mendapatkan penawaran vaksin dari sales bernama Juanda.

WowKeren - Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek baru saja merilis data 14 rumah sakit dan delapan bidan yang terbukti menggunakan vaksin palsu pada Kamis (14/6). Nila juga memaparkan modus operandi penawaran maupun pembelian vaksin palsu.

Mayoritas rumah sakit mendapatkan penawaran vaksin dari sales bernama Juanda. Sales itu mengaku bekerja untuk CV Azka media.

Penawaran itu kemudian diajukan sampai pada direktur rumah sakit. Setelah disetujui direktur, proses pembelian pun dilanjutkan. Vaksin pun dikirim dan menjadi persediaan di rumah sakit yang bersangkutan.

Berbeda dengan rumah sakit lainnya, RS Harapan Bunda di Jakarta Timur melakukan proses pembelian yang berbeda. Vaksin di sana ditawarkan sales bernama M. Syahrul kepada seorang perawat. Perawat bernama Irna itu lalu meminta tanda tangan dokter dan vaksin palsu pun masuk sebagai persediaan rumah sakit.


Meski begitu, Nila menyatakan Kemenkes belum bisa menjatuhkan sanksi kepada rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu. Menurut Nila, masih perlu diteliti lagi apakah pengadaan vaksin palsu itu benar-benar atas izin pimpinan rumah sakit atau ulah oknum tertentu.

"Lihat dulu, apakah manajemennya atau direkturnya ikut mengesahkan pembelian atau hanya oknum," ujar Nila. "Kami harus lihat, kalau itu perbuatan oknum apakah kami harus menutup rumah sakitnya? Itu yang akan kami nilai terlebih dulu."

"Tapi kalau sampai direktur rumah sakitnya juga terlibat mengesahkan untuk membeli dari distributor tidak resmi, bahkan palsu, nah dia akan kena hukuman," imbuh Nila. "Bisa juga ditutup karena dia mengizinkan membeli pembelian tersebut."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!