Kemenkes memberikan gelang berwarna khusus bagi para jemaah yang mempunyai penyakit berisiko tinggi.
- Tim WowKeren
- Selasa, 09 Agustus 2016 - 09:42 WIB
WowKeren - Hari ini, Selasa (9/8), para jemaah haji kloter pertama untuk tahun 2016 baru saja diberangkatkan ke Tanah Suci. Demi mengantisipasi berbagai hal diantaranya adalah kondisi fisik jemaah yang kebanyakan berusia lanjut, Kementerian Kesehatan pun melakukan langkah-langkah tertentu.
Salah satunya untuk penanganan jemaah yang memiliki penyakit berisiko tinggi. Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebut, pihak Kemenkes telah memberikan gelang khusus untuk indikator penyakit yang diderita jemaah. Gelang tersebut memiliki perbedaan warna pada masing-masing jemaah, sehingga nantinya akan memudahkan perawatan bagi mereka.
"Kami beri tanda-tanda dengan gelang, merah, kuning, hijau. Jadi yang merah ini punya penyakit risiko yang tinggi," tutur Nila Moeloek saat konferensi pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. "Kami takutkan sekali kejadian heat stroke karena cuaca yang sangat panas sekali di sana."
Selain soal penyakit bawaan maupun kondisi cuaca di Arab Saudi, Nila Moeloek juga memperingatkan para jemaah untuk berhati-hati dan tidak mengkonsumsi makanan sembarangan. Juga, Nila menghimbau agar jemaah haji menghindari unta yang diketahui dapat menyebarkan penyakit MERS (penyakis saluran pernapasan yang dapat menular dari adanya penyebaran virus).
"Pertama jemaah haji kita minta jaga kebersihan. Kita minta jemaah haji jangan mendekati binatang tersebut," imbuh Nila. "Penularan dapat terjadi dari air liur dan kami minta tidak meminum susunya (unta)."
Sementara itu, Kemenkes RI sebelumnya juga telah menjalin komunikasi dengan Menkes Arab Saudi. RI telah bekerja sama pula dengan rumah sakit setempat termasuk akan menambah ambulans untuk mengangkut jemaah seandainya ada yang daya tahan tubuhnya mulai menurun.
(wk/)