Bunuh Bandar dan Ungkap Pejabat Terlibat Narkoba, Presiden Filipina: Saya Tak Peduli HAM
Dunia

Presiden Rodrigo Duterte mengungkap nama-nama pejabat yang diduga terlibat peredaran narkoba di Filipina.

WowKeren - Peredaran narkoba membuat resah berbagai negara di dunia, tidak terkecuali Filipina. Demi mengatasi obat-obatan yang merusak generasi bangsa ini, Presiden Rodrigo Duterte memilih cara yang terbilang ekstrem.

Baru-baru ini, Duterte mengeluarkan kebijakan untuk menembak mati bandar narkoba. Dari sejumlah foto-foto yang beredar di media sosial banyak orang yang diduga pengedar tewas ditembak oleh aparat di jalanan. Bahkan ada sebagian yang wajahnya sampai ditutup dengan lakban.

Tidak berhenti sampai disitu, Duterte juga membongkar sejumlah pejabat yang diduga terlibat jaringan narkoba. Ia mengancam akan memburu jika mereka tidak menyerahkan diri segera dalam 24 jam.


Sebelumnya, Duterte mengatakan jika dirinya bersumpah akan merahasiakan nama pejabat yang harus dihukum mati. Namun, ia justru mengumumkannya.

Saat ditanya mengenai keputusannya itu, Duterte mengaku tidak peduli dengan Hak Asasi Manusia. "Saya tidak peduli tentang hak asasi manusia, percayalah," terangnya dilansir dari Aljazeera.

Usai pernyataan yang diungkap oleh Duterte itu sebanyak 50 pejabat yang diduga menyerahkan diri. Namun sebagian ada yang membantah terlibat meski mengaku akan bekerja sama dengan pihak kepolisian.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!