Demi Percepat Pembangunan, Korea Utara Paksa Pekerja Menghirup Narkoba?
Dunia

Manajer proyek menerima banyak tekanan untuk bisa menyelesaikan pembangunan tersebut.

WowKeren - Sebuah kabar mengejutkan datang dari Korea Utara. Ratusan ribu warga dikerahkan untuk proyek gedung pencakar langit yang akan terdiri dari 70 lantai dan 60 blok apartemen.

Dilansir dari The Telegraph Rabu (10/8), manajer proyek di Pyongyang menerima banyak tekanan untuk bisa menyelesaikan pembangunan tersebut tepat waktu. Karena hal tersebut, para pekerja diberi obat methamphetamine ata crystal meth atau dikenal dengan ekstasi agar tak mudah lelah.

"Manajer proyek secara terbuka memberikan narkoba untuk pekerja konstruksi sehingga mereka akan bekerja lebih cepat," ungkap salah satu sumber di Pyongyang kepada Radio Free Asia. "Mereka mendapatkan tekanan yang mengerikan saat bekerja."


Dengan menghirup atau menghisap serbuk tersebut, para pekerja merasakan euforia, semangat dan nafsu makan yang berkurang. Kondisi seperti itu akan bertahan selama 12 jam. Sehingga, penggiat HAM di Asia menyebut para pekerja itu diperlakukan seperti budak.

Para penggiat HAM, Phil Robertson, berniat melaporkan Kim Jong Un kepada Human Rights Watch. Sayangnya, akan sangat sulit untuk membuktikan hal tersebut. Sementara itu, Korea Utara diketahui sudah memproduksi methamphetamine untuk meningkatkan pendapatan negara sejak tahun 1970-an.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait