Petugas yang menyisir lokasi ledakan di Davao, Filipina menemukan sejumlah benda ini.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 03 September 2016 - 10:20 WIB
WowKeren - Sebuah bom meledak di pasar kota Davao, Filipina. Kabarnya akibat serangan itu, sebanyak 14 orang tewas dan 60 lainnya mengalami luka.
Serangan itu terjadi saat Presiden Rodrigo Duterte tengah berkunjung ke Davao. Kabarnya sang presiden Filipina memang berasal dari Davao. Bahkan ledakan itu terjadi di luar Marco Polo hotel, lokasi yang kerap dikunjungi Duterte.
Beruntung, Presiden Duterte tidak terluka dalam kejadian itu. Dalam sejumlah foto yang beredar, tampak pecahan kaca yang berserakan. Lokasi kejadian juga telah ditutup dan diamankan.
, Petugas yang menyisir lokasi telah menemukan pecahan peluru dari mortir yang berasal dari alat peledak improvisasi (IED) atau bom rakitan. Meski begitu, Wali Kota Davao, Paolo Duterte mengatakan masih belum bisa menentukan siapa yang bertanggung jawab dalam serangan tersebut.
Duterte sendiri sangat mengecam serangan bom yang menewaskan sejumlah warganya itu. Menurutnya ledakan itu adalah tindakan terorisme yang tidak bisa dimaafkan dan harus diperangi.
Sementara itu, Presiden Duterte dikenal sangat populer di kota Davao. Ia menjabat sebagai wali kota selama lebih dari 22 tahun sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden ini. Saat ini kota tersebut juga dipimpin oleh Duterte, Walikota Paulo Duterte.
(wk/)