Pencarian korban banjir bandang di Garut terganggu gara-gara warga yang menonton.
- Tim WowKeren
- Jumat, 23 September 2016 - 14:05 WIB
WowKeren - Musibah banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Garut dan Sumedang, Jawa Barat. Akibat bencana ini 27 orang dikabarkan meninggal dunia, sementara 23 lainnya masih hilang.
Hingga saat ini, tim SAR masih melakukan pencarian pada sejumlah korban. Sekitar 1600 personel diturunkan untuk melakukan penyisiran di beberapa sektor. Antara lain seperti Lapangan Paris, aliran Sungai Cimanuk, Waduk Jati Gede dan Bojong Larang.
Namun, pencarian tersebut rupanya mengalami sejumlah gangguan. Terutama dari sejumlah warga yang datang untuk menonton proses pencarian. Mereka hilir mudik dan membuat lumpur mudah mengeras.
"Lumpur yang tadinya masih basah akhirnya mengeras lagi gara-gara diinjak-injak warga yang menonton. Lalu, karena warga banyak di situ juga mengganggu penciuman tim pencari yang awalnya sudah mencium bau keberadaan jasad," ujar Humas Basarnas Jawa Barat Joshua Banjarnahor dilansir dari Liputan 6.
Tidak hanya gangguan bagi tim SAR, kehadiran warga di lokasi bencana juga membahayakan diri mereka sendiri. Sebagai contoh, ada warga yang hampir terjatuh ke sumur yang berada di balik tumpukan.
Tim SAR berharap warga yang tidak berkepentingan tidak mondar-mandir di lokasi bencana. "Jangan lagi dijadikan tempat wisata bencana," pungkasnya.
(wk/)