Menurut Edward Snowden, Allo tak lebih aman jika dibandingkan dengan WhatsApp.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 24 September 2016 - 18:23 WIB
WowKeren - Google baru-baru ini telah merilis aplikasi pesan instan Allo di platform Android dan iOS. Aplikasi itu dirilis untuk semua pengguna termasuk di Indonesia. Hanya dengan memasukkan nomor telepon, pengguna sudah dapat menggunakan Allo.
Namun, Edward Snowden justru mengingatkan betapa tidak amannya Allo. Bahkan, ia menyarankan pengguna untuk tidak menggunakan aplikasi tersebut untuk sementara waktu. Kenapa?
Menurut Snowden, dalam aplikasi itu Google juga menanamkan fitur enkripsi end-to-end dari Open Whisper Systems. Aplikasi itu disebut-sebut mampu mencegah percakapan disadap oleh siapa pun, termasuk agen pemerintah.
Namun, fitur tersebut tidak dapat diaktifkan secara langsung atau default layaknya pada aplikasi pesan lain seperti WhatsApp. Untuk menyalakannya, pengguna harus lebih dahulu masuk ke mode incognito yang diakses lewat menu pesan di pojok kanan bawah.
Sehingga, hal itu menjadi kelemahan terbesar Allo dalam hal privasi pengguna. "Google membuat keputusan berbahaya dengan mematikan enkripsi end-to-end secara default dalam Allo. Aplikasi chatting ini tidak aman, hindarilah untuk sementara waktu," tulis Snowden dalam Twitternya.
(wk/)Google's decision to disable end-to-end encryption by default in its new #Allo chat app is dangerous, and makes it unsafe. Avoid it for now.
— Edward Snowden (@Snowden) May 19, 2016