Aktivitas vulkanik terdeteksi makin meningkat, begini status gunung Bromo.
- Tim WowKeren
- Jumat, 07 Oktober 2016 - 17:03 WIB
WowKeren - Belakangan ini aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur meningkat dengan cukup signifikan. Jumat (7/10), status Bromo masih siaga 3.
Meski tidak sampai mengganggu penerbangan, namun Gunung Bromo masih mengeluarkan asap pekat berwarna kecoklatan. Hal itu diungkap sendiri oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.
"Terpantau secara visual terlihat cuaca cerah, angin tenang, suhu 10-22 derajat Celsius. Asap kawah teramati cokelat kehitaman sedang, tekanan sedang, tinggi asap berkisar 200-300 meter dari puncak kawah ke arah barat. Meski demikian aktivitas penerbangan pagi ini masih normal," dilansir dari Detik.
Demi menjaga keselamatan warga dan wisatawan Bromo, pihak BNPB sendiri telah memberikan imbauan dan larangan. "Jam 6 pagi ini, status Gunung Bromo siaga level 3. Masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung atau wisatawan juga pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 2.5 km dari kawah aktif Gunung Bromo. Jalur pendakian tutup," imbuhnya.
Namun ditengah kondisi aktivitas vulkanik yang meningkat ini, baru-baru ini muncul kabar yang mengejutkan. Alat pemantau aktivitas Gunung Bromo milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang dipasang di lautan pasir wilayah Desa Ngadisari, Probolinggo telah hilang.
Sutopo sendiri merasa heran dengan peristiwa tersebut. Pasalnya alat sensor itu disimpan di kotak beton dan dikelilingi pagar yang terkunci. Kehilangan ini merupakan masalah yang cukup besar pasalnya, hilangnya alat itu membuat ketelitian pemantauan Bromo menjadi berkurang.
"Hilangnya alat pemantau ini berdampak proses pemantauan. Metode deformasi dan geokimia tidak dapat dilakukan," ujar Sutopo. "Ini adalah salah satu masalah dalam peringatan dini bencana."
(wk/)