Dirjen HAM Mualimin Abdi menjelaskan soal gugatan Rp 210 juta pada pemilik jasa laundry dan meminta maaf.
- Tim WowKeren
- Selasa, 11 Oktober 2016 - 10:18 WIB
WowKeren - Mualimin Abdi menuai kontroversi baru-baru ini. Dirjen Hak Asasi Manusia (HAM) itu dihujat usai menuntut sebuah jasa laundry milik Budi senilai Rp 210 juta lantaran jasnya kurang licin.
Mengetahui hal tersebut ramai diperbincangkan, Mualimin akhirnya buka suara. Baru-baru ini ia meminta maaf secara terbuka pada publik dan mengaku hanya ingin memberikan contoh tentang penyelesaian konflik dan memberikan pembelajaran. Apalagi kasus tersebut telah diselesaikan dengan damai.
"Pertama-tama saya atas nama pribadi dan keluarga mohon maaf atas pemberitaan yang telah sangat ramai belakangan ini," ujar Mualimin baru-baru ini. "Tapi di hati, saya berniat lagi. Maka besok juga kalau mas Budi minta maaf dan kita saling memaafkan di waktu pengadilan. Saya bilang 'Mas besok saya cabut gugatannya, karena mas Budi sudah minta maaf dan akui kesalahannya."
Mualimin mengaku jika masalah tersebut cukup mengganggunya. Bahkan, ia sampai tidak bisa tidur dua malam lantaran memikirkan hal ini. Mualimin berharap masalah ini tidak diperpanjang lagi.
"Oleh karena itu saya minta persoalan mas Budi , persoalan dengan laundry, jas saya dan baju batik saya sudah clear. Sudah selesai. Kami mohon pengertian bapak-ibu untuk memahami ini dan tidak perlu dipanjang-panjangkan. Jujur, saya gara-gara ini dua hari, dua malam tidak bisa tidur Pak. Betul," ujar Mualimin.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Budi sebagai pemilik laundry juga ikut hadir. Ia mengaku jika masalah dengan Mualimin memang telah usai dan berakhir dengan baik. Keduanya bahkan sempat bersalaman.
(wk/)