Garuda Indonesia memberikan penjelasan dan kronologi penumpang yang meninggal di pesawat rute Jakarta-Melbourne.
- Tim WowKeren
- Senin, 17 Oktober 2016 - 10:41 WIB
WowKeren - Jumat (14/11), seorang penumpang, Lukman Susanto (66) kritis saat tengah berada di pesawat Garuda Indonesia GA 716 rute Jakarta - Melbourne hingga akhirnya meninggal dunia. Akibat kejadian tersebut, muncul dugaan jika pilot pesawat menyalahi prosedur dan tidak melakukan upaya pendaratan darurat di bandara terdekat. Anggapan itu disampaikan oleh Ombudsman RI, Alvin Lie dalam pernyataannya baru-baru ini.
Berdasarkan penuturan koleganya yang ikut dalam pesawat tersebut, penumpang tersebut sakit setelah satu jam lepas landas. Pihak maskapai kemudian mengeluarkan pengumuman untuk mencari tenaga medis dan penumpang tersebut dibawa ke bagian belakang pesawat.
Namun, meski dengan kondisi penumpang yang sakit parah, pesawat tersebut terus melanjutkan penerbangan hingga tiba di Melbourne, Sabtu (15/10). Setibanya di bandara, penumpang tidak diperbolehkan langsung turun. Petugas medis bandara masuk dan memeriksa kondisinya, namun penumpang itu telah meninggal.
Menurut Alvin, keputusan pilot untuk meneruskan perjalanan hingga ke Melbourne kurang tepat. Seharusnya pilot tersebut melakukan pendaratan darurat di bandara terdekat. "Bisa ke Surabaya atau bahkan kembali ke Cengkareng," ujarnya.
Menanggapi tudingan itu, pihak Garuda Indonesia sendiri segera membantahnya. "Tidak benar bahwa Garuda Indonesia mengabaikan pendaratan darurat untuk menyelamatkan penumpangnya yang sedang mengalami kondisi kritis di pesawat/dalam penerbangan Jakarta-Melbourne... namun karena kondisinya sudah sangat kritis dan berpulang dengan cepat," ujar Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar.
Menurut Benny, penumpang itu memang mengeluh dadanya sakit hingga sang istri Lynna Jusuf meminta batuan awak dan juga oksigen. Saat ia dibantu oleh seorang penumpang yang berprofesi sebagai perawat dan sempat mengaku lebih baik. "Saat itu, hanya ada satu penumpang yang berprofesi sebagai perawat dan bersedia membantu. Penumpang (Lukman) kemudian menyatakan merasa lebih baik dan mengatakan 'feel better', sehingga tidak melanjutkan penggunaan oksigen," imbuhnya.
Namun, sesaat kemudian awak mendapat laporan jika kondisi penumpang memburuk. Pilot sempat menawarkan pendaratan darurat namun kondisi penumpang memburuk dengan cepat. Seorang penumpang berprofesi sebagai dokter datang dan sempat memeriksa. Namun tak lama kemudian, Lukman telah meninggal dunia.
Sesuai prosedur, pilot kemudian langsung melaporkan kejadian itu pada petugas di darat dan melakukan penanganan penumpang meninggal sesuai ketentuan yang berlaku di Australia. Lebih lanjut, pihak Garuda sendiri juga mengucapkan bela sungkawa untuk keluarga Lukman. "Garuda Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya penumpang, dan kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Benny.
(wk/)