Kasus Kematian Munir Bikin Gaduh, SBY dan Jokowi Diminta Duduk Bersama
Nasional

Kasus Kematian Munir sudah bergulir selama 12 tahun, inilah salah satu cara menyelesaikannya.

WowKeren - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah menggelar jumpa pers terkait keberadaan dokumen asli Tim Pencari Fakta (TPF) pada Selasa (25/10). Presiden ke-6 Republik Indonesia itu menuturkan naskah tersebut telah hilang, namun ia memiliki salinannya. Lebih lanjut, SBY menuturkan bahwa kembali dikaitkannya dirinya dengan masalah ini telah mengarah ke politik.

Menanggapi pernyataan SBY tersebut, pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio mengatakan apa yang dirasakan mantan Presiden Republik Indonesia itu adalah sesuatu yang wajar. Namun tindakan Presiden Joko Widodo juga bukan merupakan kesalahan. Hal ini karena Jokowi mengacu pada pemerintahan saat kasus bergulir.

"Menurut saya wajar bila digambarkan demikian," ujar Hendri. "Itu karena Presiden Joko Widodo melihat pada penguasa sebelumnya."


Menurut dosen di Universitas Paramadina ini, hal krusial dari penyelesaian itu bukan hanya pada dokumen asli TPF. Ia menjelaskan justru konsistensi pemerintah dalam membongkar pelaku kasus kematian Munirlah yang lebih penting. Hendri menambahkan polemik akan selesai jika SBY dan Jokowi bersama-sama membicarakan penyelesaian pembunuhan pejuang Hak Asasi Manusia tersebut.

"Menurut saya bukan di situ polemiknya, intinya adalah bagaimana pemerintah atau siapapun yang berkuasa berposisi (menyikapi) terhadap kasus Munir ini," tutur Hendri."Permasalahan itu bisa selesai bila kedua tokoh bangsa tersebut (SBY dan Jokowi) bertemu dan menemukan solusi bersama sehingga tidak menimbulkan kegaduhan."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!