Simak tanggapan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terkait sikap Jokowi di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 05 November 2016 - 09:36 WIB
WowKeren - Saat aksi damai Jumat, 4 November tengah berlangsung, Presiden Joko Widodo sedang tidak berada di Istana. Jokowi ternyata memilih blusukan ke bandara Soekarno-Hatta untuk melihat langsung perkembangan pembangunan kereta bandara. Malam hari, aksi damai itu pun berubah menjadi ricuh karena ulah sejumlah provokator yang kini telah berhasil ditangkap.
Namun sikap Jokowi yang tidak berada di Istana tetap menuai kritik. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Jokowi sudah melakukan kesalahan fatal karena mengabaikan suara rakyat yang telah datang ke Istana. Fahri yang mengikuti aksi damai itu menilai Jokowi bisa kehilangan simpati rakyat.
"Presiden mengambaikan demo terbesar dalam sejarah Indonesia. Enggak pernah ada demo sebesar itu," kata Fahri dilansir Kompas, Jumat, 4 November. "Massa datang dari seluruh pelosok negeri masa enggak dianggap? Kayak enggak punya leadership. Kayak enggak punya perasaan sebagai pemimpin."
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang juga ikut aksi, berpendapat seperti ini, "Apakah Presiden belum melihat dan mendengar keinginan sebagian rakyat, apakah Presiden masih mau menutup mata dalam aksi terbesar dalam sejarah kita?" pungkasnya.
(wk/)