Provokator Demo 4 November Ditangkap di Rumah Anggota DPD
Nasional

Begini penjelasan polisi mengenai penangkapan mahasiswa perusuh di demo 4 November.

WowKeren - Jumat (4/11), ribuan anggota ormas Islam menggelar demo besar-besaran di Jakarta terkait kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Demo yang awalnya berjalan tertib dan damai, berakhir dengan rusuh.

Melalui foto yang beredar, polisi pun berhasil menangkap mahasiswa bernama Ismail Ibrahim yang diduga kuat terlibat aksi penyerangan ke aparat. Dilansir dari Detik, ia diringkus di rumah salah satu anggota DPD RI Basri Salama pada Senin (7/11) malam.

"Benar, kami tangkap di lokasi tersebut (rumah Basri Salama)," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan. Hendy menjelaskan alasan mengapa mahasiswa semester 5 jurusan Sosiologi kampus swasta di Jakarta Selatan ditangkap di rumah Basri.


"Yang bersangkutan tinggal di rumah Basri Salama sejak 2015," jelas Hendy. "Karena tidak mampu bayar kontrakan sehingga yang bersangkutan diajak oleh Basri Salama tinggal di rumah kontrakannya karena masih (berasal dari) satu pulau di Pulau Tidore."

Polisi juga menjelaskan alasan Ismail menyerang aparat. "Yang bersangkutan melakukan penyerangan kepada petugas karena ikut teman yang lain yang sudah melempari dan menyerang serta terprovokasi oleh kata-kata dari orator," tambah Hendy. "Menyerang petugas sampai dengan massa membubarkan diri malam hari kurang lebih jam 9 malam."

Saat berdemo, Ismail diajak rekan-rekannya untuk menggunakan atribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Namun masih belum dapat dipastikan apakah Ketua Himpunan Mahasiswa Sosiologi itu benar anggota HMI atau bukan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!