Simak cerita lucu Marwah Daud yang tertipu tujuh mahaguru palsu Dimas Kanjeng di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Selasa, 08 November 2016 - 11:40 WIB
WowKeren - Penyidikan ke kasus penipuan Dimas Kanjeng masih terus dilanjutkan. Setelah menangkap warga keturunan India SO bernama Ramanathan alias Vijay, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menangkap tujuh "mahaguru" yang direkrut oleh Vijay. Cerita menarik tentang Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Marwah Daud dan ketujuh mahaguru palsu itu pun banyak terungkap.
Marwah Daud adalah seorang doktor lulusan Amerika Serikat, tapi dia bisa tertipu oleh tujuh mahaguru Dimas Kanjeng yang ternyata tidak punya kemampuan apa-apa. "Mendengar cerita itu Vijay sampai tak kuat menahan tawa," ujar seorang penyidik di Polda Jatim, Senin, 7 November.
Cerita berawal saat Dimas Kanjeng dan Marwah beserta rombongan lain ziarah ke makam RA Cholil, Bangkalan, beberapa waktu lalu. Vijay yang dihubungi Dimas untuk mengatur acara menyeting Marno alias Abah Holil, tiba-tiba datang di tengah acara ziarah. Marno mengenakan jubah hitam plus surban hitam, membawa ratusan tasbih di punggungnya. Vijay juga yang merekrut Karmawi asal Jakarta untuk mencari 7 orang berjenggot putih untuk disulap menjadi mahaguru. "Katanya tasbih itu dari Makkah dan mereka percaya saja," cerita penyidik.
Ketujuh mahaguru palsu itu memiliki berbagai profesi. Ada pedagang asongan, montir, penjual topi jalanan, penjual kopi dan ada juga yang gelandangan. "Jadi modusnya sangat luar biasa. Apakah dengan penangkapan ketujuh mahaguru yang hanya abal-abal ini pengikutnya masih percaya jika Taat sangat diagungkan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono.
Argo juga menjelaskan, posisi 7 mahaguru masih sebatas saksi. Namun ia tidak menutup kemungkinan mereka berubah status sebagai tersangka. "Nanti tergantung dari hasil penyidikan dan gelar perkara yang dilakukan. Untuk sementara ini, penyidik masih menetapkan dua tersangka yakni Vijay dan Karmawi."
(wk/)