Kapolri Tito Karnavian membela diri terkait kritikan tafsiran pernyataan Ahok soal mengutip surat Al Quran.
- Tim WowKeren
- Rabu, 09 November 2016 - 12:32 WIB
WowKeren - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuai kontroversi usai membuat pernyataan terkait ucapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilai menistakan agama Islam. Dalam kesempatan itu, Tito sempat mengutip ucapan ahli bahasa.
"Kami tanyakan ke ahli bahasa. Pengertiannya kalau dibohongi ayat Al Maidah 51, dibohongi pakai ayat Al Maidah 51, itu kan sangat beda sekali," ujar Tito beberapa waktu lalu. "Kalau yang pertama, 'dibohongi Al Maidah 51', itu pasti yang dikatakan bohong adalah ayatnya. Tapi kalau 'dibohongi pakai Al Maidah 51', bukan ayatnya tapi orangnya. Jangan percaya kepada orang."
Akibat ucapan tersebut, Tito menuai beragam kritikan salah satunya dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Haedar menilai jika pernyataan Kapolri itu bisa memicu konflik baru dan memunculkan asumsi jika ia memihak Ahok.
Menanggapi kritikan itu, Tito membela dirinya. Dalam pernyataannya baru-baru ini ia mengatakan jika ucapannya saat itu hanya mengutip keterangan ahli.
"Itu kan bukan kata saya. Saya bilang kan kata keterangan ahli," jelas Tito. "Saya menyitir dari keterangan ahli. Ada beberapa ahli bahasa dan agama yang kita dengar keterangannya. Mereka membedakan antara menggunakan kata pakai dan tidak. Saya hanya mengutip."
Sementara itu, Ahok menuai kontroversi lantaran mengutip surat Al Quran dalam ucapannya beberapa waktu lalu. Senin (7/11), ia telah mendatangi Mabes Polri untuk diperiksa terkait kasus tersebut.
(wk/)