Dinilai Terkait Kerusuhan Saat Demo 4 November, HMI Laporkan Kapolda Metro
Nasional

Ini hal yang menyebabkan pengurus HMI melaporkan Kapolda Metro Jaya ke Divisi Propam Mabes Polri.

WowKeren - Kerusuhan yang terjadi saat demo 4 November lalu rupanya masih menjadi bahasan hingga saat ini. Apalagi baru-baru ini Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) diketahui telah melaporkan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan ke Divisi Propam Mabes Polri.

Kapolda Iriawan dituding terkait dengan kerusuhan yang terjadi pada sore hari menjelang malam itu. Tim Advokasi Muslim Indonesia (TAMI) yang juga koordinator Penasihat Hukum PB HMI, M Syukur mengatakan jika Iriawan dinilai telah menghasut kelompok masa dan menuding HMI sebagai pemicu kerusuhan.

"Itu tentu penghasutan, tidak profesional menjalankan tugas, karena kalau kita simak pernyataan Kapolda Metro Jaya dalam video yang beredar itu tentu sangat disayangkan," ujarnya.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat jika Iriawan memerintahkan pendemo untuk menangkap massa HMI. Postingan itulah yang dijadikan sebagai salah satu bukti untuk mengajukan laporan.


"Itu yang sedang kita minta, selain pelanggaran kode etik juga pelanggaran pidana. Kita minta sebagai negara hukum, siapa pun tidak memiliki pengecualian, keistimewaan dalam penegakan hukum," imbuhnya. "Kita punya bukti video dan foto, itu yang kita adukan selain yang beredar di YouTube."

Terkait laporan itu, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana angkat bicara. Menurutnya hal tersebut adalah hak setiap warga negara. Meski begitu, ia menegaskan jika dari awal berjalannya demo, pihaknya telah melakukan pengamanan sesuai ketentuan.

"Tapi saya tegaskan, Polda Metro dalam tahap-tahap pengamanan unjuk rasa sudah melakukan dari awal. Kita sudah melakukan diskusi, rapat dengan para rencana yang akan unjuk rasa. Mana yang harus dilakukan mana yang tidak boleh dilakukan," ujar Suntana. "Kalau memang ada teman-teman HMI yang melaporkan itu, itu memang hak mereka. Dan saya rasa Mabes Polri akan memproses dan mencari kebenarannya."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!