Apa hal yang membuat Tiongkok geram dengan rencana pertemuan Dalai Lama dan Donald Trump itu?
- Tim WowKeren
- Kamis, 24 November 2016 - 11:50 WIB
WowKeren - Tiongkok dibuat geram dengan rencana pertemuan Dalai Lama dengan Presiden baru Amerika Serikat, Donald Trump. Mereka pun mengecam kunjungan Dalai Lama ke Ulan Bator, Mongolia pada 22 November lalu, meskipun Kementerian Luar Negeri Mongolia menyatakan kepada kantor berita Montsame bahwa pemerintah tidak ada hubungannya dengan kunjungan Dalai Lama, yang diatur oleh umat Buddha Mongolia.
Alasan yang membuat Tiongkok geram adalah karena pemimpin spiritual Tibet itu menyatakan bahwa ia selalu menganggap Amerika sebagai "bangsa bebas yang terkemuka di dunia". "Saya pikir ada beberapa alasan untuk pergi ke Amerika Serikat, jadi saya akan pergi ke sana untuk bertemu dengan presiden baru," kata Dalai Lama dilansir CNN.
Oleh pemerintah Tiongkok, Dalai Lama selalu dianggap sebagai pemimpin kelompok separatis. Meski demikian, pemimpin yang tinggal dalam pengasingan itu menegaskan bahwa ia hanya memperjuangkan otonomi bagi Tibet, yang "dibebaskan dengan damai" oleh pasukan Komunis Tiongkok pada tahun 1950.
Dalai Lama kemudian melarikan diri ke India setelah aksi pemberontakan yang gagal terhadap Tiongkok pada tahun 1959. Berbagai kelompok HAM menuduh Tiongkok mengekang hak beragama dan berbudaya warga Tibet.
(wk/)