Netizen menyambut gembira karakter kartun Drs. Suyadi alias Pak Raden bersama Unyil dkk yang menghiasi halaman pencarian Google.
- Tim WowKeren
- Senin, 28 November 2016 - 09:11 WIB
WowKeren - Mendiang Pak Raden atau yang bernama lengkap Drs. Suyadi itu memang sosok seniman yang legendaris. Meski telah wafat, Google Indonesia mengenang jasa kreator kisah karakter "Si Unyil" tersebut.
Senin (28/11), halaman pencarian Google memperlihatkan Doodle bergambar Drs Suyadi. Tak hanya itu, tampak pula Doodle karakter "Si Unyil" diantaranya Unyil, Pak Ogah, Pak Raden dan Meilani.
Ini bagian dari perayaan ulang tahun mendiang Pak Raden yang lahir 28 November 1932 atau 84 tahun lalu. Selain di Google, netter juga mengenang Drs Suyadi alias Pak Raden di Twitter dengan hashtag "Pak Raden" dan "Unyil".
"Selamat hari ulang tahun Pak Suyadi a.k.a Pak Raden. Selamat Hari Dongeng Nasional juga :))," kata netter. "Google juga mengenang jasa Pak Raden sang pencita Tokoh unyil dkk, berkat beliau masa kecilku banyak belajar dan penuh tawa," ujar salah satu user Twitter, ega***. "Selamat ulang tahun Pak Raden. Meski raga telah tiada, namun nama dan karyanya akan selalu hidup dari zaman ke zaman," harap fans.
Drs. Suyadi lahir di Puger, Jember, Jawa Timur, 28 November 1932 dan meninggal di Jakarta, 30 Oktober 2015. Lulusan ITB yang pernah belajar animasi di Perancis ini menciptakan Unyil demi menghadirkan acara mendidik untuk anak-anak Indonesia pada tahun 1980-an. Sayangnya setelah lanjut usia, kondisi ekonomi Pak Raden cukup memperhatinkan akibat hak cipta Unyil diambil darinya. 2012, sejumlah artis seperti Bondan Prakoso dan Charly menggalang dana untuk membantu Pak Raden.
Namanya yang sempat menghilang kembali jadi sorotan dan menuai simpati publik. 2014, ia kembali mendapatkan hak cipta untuk Unyil. Ia kemudian mendapat hadiah rumah dan penghargaan di Silet Awards 2015. Sayangnya belum sempat menikmati rumah baru, Pak Raden tak sadarkan diri akibat komplikasi radang paru-paru. Ia akhirnya tutup usia 30 Oktober 2015 di RS Pelni Jakarta. Jenazah seniman yang tidak menikah itu dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
(wk/)