Mendikbud mengungkap pertimbangannya mengusulkan moratorium ujian nasional (UN).
- Tim WowKeren
- Jumat, 02 Desember 2016 - 11:54 WIB
WowKeren - Wacana dihapuskannya UN tengah menjadi topik pembicaraan hangat. Ada sejumlah pihak yang mendukung usulan itu, namun ada juga yang menilai jika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terlalu terburu-buru.
Baru-baru ini, Mendikbud Muhadjir Effendy mengungkap apa yang menjadi pertimbangannya mengeluarkan kebijakan moratorium ujian nasional (UN). Salah satunya, Muhadjir menilai jika UN tidak memiliki dampak saat pelajar mendaftar untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
"UN tidak berimplikasi sama sekali dan secara langsung terhadap tiap peserta UN. Saya melihat beberapa PTN, enggak ada satu pun yang membuat hasil UN. Jadi enggak benar UN dipertahankan dengan dasar UN menerima mahasiswa baru, PTN gunakan SNMPTN," terang Muhadjir.
Tidak hanya itu, Muhadjir berpikir jika sekolah akan memprioritaskan pelajaran yang diujikan menjelang UN. Hal itu membuat guru untuk mata pelajaran lainnya kurang diperhatikan.
"Orientasi pada UN akan membuat reduksi mata pelajaran lain. Sekarang sekolah-sekolah sudah fokus anak didiknya disiapkan hanya untuk UN. Yang lain dianggap enggak penting. Berimplikasi pada guru, guru pengajar bukan UN dianggap kelas 2," terangnya."Juga berimplikasi pada rasa hormat yang enggak pegang mata pelajaran UN. Mereka merasa enggak dihargai."
Lebih lanjut, Muhadjir juga mempermasalahkan pilihan ganda yang kerap digunakan. "Pilihan ganda dalam UN hanya membuat siswa nengenal, mengingat, dan mengaplikasikan. Tapi tidak melatih siswa berpikir kritis. Kalau kita ingin siapkan generasi berpikir tingkat tinggi maka kalau tes pakai multiple choice tidak akan bisa ketemu," pungkas Muhadjir.
Sementara itu, hingga saat ini masih belum diketahui apakah moratorium ujian nasional (UN) akan disahkan atau tidak. Presiden Joko Widodo sendiri mengatakan jika wacana itu baru bisa diputuskan melalui rapat terbatas.
(wk/)