Mengkhawatirkan kondisi para pelajar, simak arahan yang diberikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Rabu, 14 Desember 2016 - 13:06 WIB
WowKeren - Semakin maraknya tindakan kekerasan yang menyerang para siswa di beberapa daerah menjadi perhatian tersendiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Muhadjir sangat mengecam tindakan kekerasan yang menyasar para siswa tersebut. Seperti yang diketahui, kasus penyerangan yang baru saja terjadi adalah penyerangan terhadap 7 siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Sabu Barat, Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Muhadjir, pendidikan di kabupaten/kota sebetulnya merupakan bagian dari otonomi daerah yang jadi kewenangan pemerintah setempat. Namun untuk mencegah hal serupa terulang, Muhadjir mengatakan Inspektorat Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan sudah diturunkan untuk memberikan arahan kepada jajaran di daerah.
"Saya sangat menyayangkan dan ini beruntun. Di Yogyakarta, Lamongan, Bandung," kata Muhadjir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Desember. "Kami turunkan Inspektorat Jenderal Dikbud. Untuk mengatasi paling enggak menyelesaikan dan jangan sampai terulang kasus serupa."
Muhadjir mengatakan, meski kasus kekerasan terhadap siswa belakangan terbilang sering, namun sebetulnya secara persentase tidak besar. Hanya saja, dia mengakui, hal tersebut perlu perhatian khusus karena menyangkut nyawa manusia.
"Saya harap tidak terjadi lagi, tapi kan sulit dihindari karena kita ada 152 ribu sekolah dengan 49 juta murid. Itu pekerjaan yang tidak kecil," kata Muhadjir. "Jadi kalau ada kasus seperti itu secara persentasi tidak seberapa. Tapi kan ini menyangkut manusia."
(wk/)