Tim Densus 88 menangkap 11 orang terkait jaringan teroris Bekasi di lokasi yang berbeda-beda.
- Tim WowKeren
- Kamis, 15 Desember 2016 - 13:48 WIB
WowKeren - Sabtu (10/12), Detasemen Khusus Antiteror 88 berhasil menangkap tiga orang terduga teroris di kawasan Bekasi. Mereka adalah M. Nur Solikhin (MNS), Dian Yulia Novi (DYN) dan Agus Supriyadi (AS).
Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui jika jaringan teroris yang dipimpin oleh MNS itu rupanya berniat untuk meledakkan Istana Negara, Minggu (11/12). Mereka telah menyiapkan bom rice cooker dengan DYN yang akan menjadi pengantin aksi bom bunuh diri.
Belakangan diketahui jika tim Densus 88 juga telah menangkap tujuh orang lainnya yang terkait jaringan tersebut. Dihari penangkapan MNS dan kawan-kawan, aparat juga mengamankan Suyanti (SA) di Karanganyar, Solo. Ia merupakan orang yang menyediakan rumahnya untuk merakit bom.
Minggu (11/12), tim Densus 88 kembali menangkap tiga terduga teroris lainnya di tempat berbeda. Seorang mahasiswa, Khafid Fatoni (KF) ditangkap di Ngawi. Ia adalah orang yang bertugas membuat bahan peledak dengan dipandu Bahrun Naim melalui internet.
Lalu ada Arinda Putri Maharani (APM), ibu rumah tangga di Solo yang menerima dana untuk membuat bom. Kemudian, Wawan Prasetyawan (WP) ditangkap di Klaten. Dari penangkapan Wawan, aparat berhasil melacak jejak anggota lainnya.
Mereka adalah Imam Syafii, Sumarno dan Sunarto, ketiganya ditangkap di tiga tempat berbeda di Solo, Klaten dan Karanganyar. Tidak hanya itu, Kamis (15/12), tim juga berhasil membekuk seorang ibu rumah tangga berinisial TS alias UA di Tasikmalaya. Ia berperan mempertemukan DYN dan MNS dan memotivasi mereka untuk berjihad.
Jaringan MNS sendiri merupakan kelompok yang cukup berbahaya dan telah diawasi oleh aparat sejak beberapa waktu lalu. Mereka dikabarkan telah berbaiat ke ISIS dan menjadi pengikut Bahrun Naim.
(wk/)