Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan menanggapi isu terlibat dalam penembakan Dubes Rusia untuk Turki.
- Tim WowKeren
- Kamis, 22 Desember 2016 - 11:36 WIB
WowKeren - Kematian Andrey Karlov menjadi salah satu peristiwa menggemparkan yang terjadi belakangan ini. Dubes Rusia untuk Turki itu tewas ditembak oleh Mevlut Altintas saat tengah menghadiri pembukaan sebuah pameran seni di Ankara. Usai melakukan aksinya, pelaku diketahui sempat berteriak dalam bahasa Arab tentang Suriah.
Pihak Turki dan Rusia sendiri sepakat menyebut jika aksi ini adalah tindakan terorisme. Mereka mengeluarkan pernyataan jika penembakan ini sengaja dilakukan untuk membuat hubungan kedua negara memburuk.
Namun, belakangan ini muncul kabar mengejutkan lainnya. Ada sejumlah pihak yang menuding jika Amerika Serikat terlibat dalam aksi penembakan itu. Isu itu mencuat usai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan jika pelaku adalah pengikut ulama Fethullah Gulen.
Seperti diketahui, Gullen dituding sebagai dalang dibalik kudeta Turki yang terjadi beberapa waktu lalu. Ulama tersebut saat ini tengah berada di Pennsyilvania. Pihak AS diketahui menolak ekstradisi ulama tersebut.
Sementara itu, AS sendiri telah buka suara menanggapi isu yang berkembang. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan isu itu sangat tidak berdasar dan konyol.
"Klaim ini sangat menggelikan, sungguh palsu, tidak ada berdasar dan tidak benar," ujar Kirby. "Gagasan jika AS mendukung atau terlibat dalam aksi tersebut benar-benar konyol. "
(wk/)