Dwi Estiningsih mengungkap keinginannya meminta maaf terkait 'pahlawan kafir', seperti apa reaksi pelapor?
- Tim WowKeren
- Jumat, 23 Desember 2016 - 09:37 WIB
WowKeren - Dwi Estiningsih menuai kontroversi baru-baru ini lantaran postingan "pahlawan kafir" pada rupiah baru. Akibat tulisannya itu, ia dituding menghina Pahlawan Nasional dan dilaporkan ke polisi oleh Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia (Forkapri).
Menanggapi hal tersebut, baru-baru ini kader PKS itu mengungkap keinginannya untuk bertemu pihak pelapor secara langsung. Salah satu kuasa hukum Dwi dari LSM Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM), Iwan Satriawan mengungkap jika kliennya itu ingin meminta maaf.
"Bu Dwi menyatakan ke saya, dia tidak ada maksud untuk menyerang atau menyinggung," ujar Iwan. "Kan ini masalah persepsi. Jadi kalau ada yang tersinggung ya harus gentleman. Ada upaya mengklarifikasi, Bu Esti bisa meminta maaf."
Sekretaris Forkapri, Achmad Zaenal Effendi sendiri mengatakan jika pihaknya bersedia menemui dan menerima permintaan maaf Dwi. Meski begitu, mereka akan tetap melanjutkan proses hukum.
"Karena kan kita negara hukum, jadi tidak boleh sembarangan, semua ada aturan hukumnya," ujar Zaenal. "Kalau mencabut laporan nanti dulu karena itu proses hukum. Kalau nanti gimana ya, gimana nanti."
Zaenal berpendapat jika postingan Dwi tersebut sangatlah tidak pantas dan menyakitkan, terutama untuk keluarga pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan RI. Apalagi mengingat Indonesia sebagai negara yang dibangun diatas beragam budaya, ras dan agama.
"Republik ini dibangun, dimerdekakan dari semua kelompok, golongan, ras, agama yang menginginkan Indonesia merdeka. Jadi tidak ada namanya suku-suku atau agama dalam perjuangan kemerdekaan ini," terang Zaenal. "Itu sangat tidak pantas. Sumpah pemuda itu dari berbagai bangsa, jong java, jong selebes, itu mempersatukan bangsa dan bahasa Indonesia, itu dasarnya. Tiba-tiba seorang DE itu, apalagi dia seorang psikolog, seharusnya belajar lagi soal sejarah."
(wk/)