Habib Rizieq menuding Sukmawati gagal paham atas videonya yang beredar terkait penistaan Pancasila.
- Tim WowKeren
- Kamis, 12 Januari 2017 - 16:53 WIB
WowKeren - Kamis (12/1), Habib Rizieq memenuhi panggilan Polda Jabar untuk diperiksa. Seperti diketahui, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri atas tudingan penistaan Pancasila.
Habib Rizieq sendiri mengaku terkejut dengan kasus yang menjeratnya. Apalagi setelah mengetahui jika video ceramahnya dan sosialisasi terkait tesisnya yang berdurasi dua jam hanya dipotong dua menit saja.
"Setelah saya lulus S2 dari University Malaya dengan tesis tersebut, maka saya melakukan sosialisasi melalui tabligh-tabligh, tausyiah, dan seterusnya yang kemudian ceramah saya tersebut diedit, dipotong, kemudian dilaporkan oleh Sukmawati sebagai penistaan, pencemaran nama baik Bung Karno, dan penistaan kepada Pancasila. Ini enggak betul," ujar Habib Rizieq.
Habib Rizieq membantah jika dirinya tidak pernah menghina Pancasila apalagi Bung Karno yang dikaguminya. "Tapi seorang pengagum bukan berarti tidak boleh mengkritik orang yang dikaguminya. Ini yang enggak boleh disalahpamahi," ujar Habib Rizieq.
Pria yang kerap tampil bersorban ini mengatakan jika dirinya hanya mengkritik rumusan Pancasila. Menurutnya, Bung Karno sempat mengusulkan sila Ketuhanan ditempatkan di sila kelima. Namun hal itu mendapat penolakan dari sejumlah ulama hingga akhirnya disepakati untuk diletakkan di sila pertama.
"Kemudian yang saya kritik pun bukan Pancasila yang disepakati sebagai dasar negara, tapi usulan Bung Karno ketika pidatonya tanggal 1 Juni 1945," terangnya. "Kenapa saya kritik, saudara? Karena para ulama pun pada sidang BPUPKI sudah mengkritik Bung Karno. Indahnya apa? Bung Karno menerima kritik tersebut dan Bung Karno akhirnya menerima usulan para ulama."
Habib Rizieq menuding jika hal itu yang tidak dipahami oleh Sukmawati. "Jadi Sukmawati gagal paham," pungkasnya.