Begini cerita penolakan di Sintang oleh warga Dayak versi Wasekjen MUI.
- Tim WowKeren
- Jumat, 13 Januari 2017 - 16:45 WIB
WowKeren - Penolakan Tengku Zulkarnain di Sintang tengah banyak dibicarakan oleh publik. Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu dihadang oleh sekelompok warga Suku Dayak saat akan turun dari pesawat.
Akibat hal tersebut, Zulkarnain terpaksa batal memenuhi undangan Bupati Sintang, dalam rangka peringatan Maulid Nabi. Ia pun langsung kembali ke Pontianak.
Dari pernyataannya baru-baru ini Zulkarnaen sempat mengatakan jika dirinya sampai dihadang dengan mandau. "Saya tak turun dari pesawat. Mereka menghunuskan mandau, saya diserbu saat muncul di depan pintu," ujar Zulkarnaen dilansir dari Tempo.
Ia juga sempat melihat sekitar 30 orang berpakaian atas Dayak itu membawa spanduk penolakan atas Front Pembela Islam (FPI). "Spanduknya dicetak rapi, tak mungkin spontan. Isinya menolak FPI, saya kan bukan FPI, saya MUI," imbuhnya.
Kepala Polda Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Musyafak juga telah memberikan penjelasan atas kejadian ini. Menurutnya penolakan itu hanyalah kesalah pahaman semata. Demi mencegah kejadian serupa Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama, Dewan Adat Dayak Sintang, Majelis Ulama Indonesia Sintang serta Ormas kepemudaan dan keagamaan telah menandatangani kesepakatan
"Kesepakatan tersebut intinya menyatakan bahwa insiden penolakan merupakan kesalahpahaman belaka," terang Musyafak. "Sintang tidak menolak lembaga atau tokoh agama, tetapi menolak paham radikal, serta tidak menerjemahkan kitab suci agama lain yang akan menyesatkan kepercayaan orang lain."
(wk/)