Seperti apa kemarahan TKI dan Menaker atas postingan 'anak bangsa menjadi babu' Fahri Hamzah?
- Tim WowKeren
- Rabu, 25 Januari 2017 - 07:43 WIB
WowKeren - Fahri Hamzah menuai kontroversi baru-baru ini. Mantan Wakil Ketua DPR ini membuat sejumlah pihak marah karena postingannya di Twitter yang dianggap seolah menghina Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
"Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela," tulis Fahri Hamzah, Selasa (24/1).
Mengetahui tulisan tersebut, Koalisi 55, Organisasi Buruh Migran Indonesia di Hongkong yang tergabung dalam Lingkaran Aku Cinta Indonesia (LACI) langsung berkomentar. Ketua LACI, Nur Halimah menilai jika postingan itu merendahkan para TKI yang menjadi "pahlawan devisa" bagi Indonesia.
"Tahukah Bapak bahwa pernyataan Bapak telah merendahkan martabat dan harga diri kami, para 'pahlawan devisa' yang menyumbangkan remitansi sebesar USD 7,4 miliar atau Rp 97,5 triliun untuk memutar roda perekonomian Indonesia," ujar Nur dilansir dari Kompas.
Tidak hanya itu, kecaman juga dilontarkan oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri melalui akun Twitternya. "Sy anak babu. Ibu sy bekerja mjd TKI scr terhormat. Tdk mengemis, tdk sakiti org, tdk curi uang rakyat. Saya bangga pd Ibu. #MaafkanFahriBu," tulis Hanif.
Sementara itu, Fahri Hamzah sendiri menjelaskan jika dirinya tidak bermaksud menghina TKI. Pada dasarnya ia hanya mengkritik pemerintahan yang dianggapnya mulai kehilangan prioritas.
"Prioritas kita ini saya tunjukan bahwa hutan kita dibabat orang, pipa-pipa baja kita disedot negeri orang. Padahal warga kita mengemis meminta kerja menjadi pakai istilah babu. Sebenarnya istilah ini enggak ada. Sementara pekerja asing kita biarkan merajalela. Concern saya adalah prioritas," jelas Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah mengaku jika ia sangat mengetahui kondisi pekerja Indonesia di luar negeri. Apalagi dengan jabatannya sebagai Ketua Tim Pengawas Tenaga Kerja. Ia pun meminta maaf jika ada pihak yang tersinggung dan telah menghapus cuitannya tersebut.
(wk/)